Majalah Farmasetika – Kanker payudara merupakan salah satu kanker dengan angka kejadian tertinggi dan angka kematian tertinggi di dunia. Seiring dengan adanya permasalahan resistensi terhadap terapi yang tersedia, pengembangan capivarsetib, terapi golongan AKT inhibitor pertama yang disetujui oleh FDA diharapkan menjadi opsi terapi yang baru untuk pasien kanker payudara metastatik.
Kanker payudara adalah kanker yang berasal dari kelenjar, saluran, dan jaringan penunjangnya, tidak termasuk kulit payudara. Kanker payudara merupakan salah satu kanker dengan kasus terbanyak di dunia. Data yang dirilis oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui lembaga riset kanker International Agency for Research on Cancer (IARC) menunjukkan bahwa kanker payudara menempati posisi kedua kasus kanker terbanyak kedua di dunia, mencapai 11,6% dari total 20 juta kasus.
Diantara beberapa subtipe kanker payudara, subtipe HR-positif merupakan subtipe terbanyak, dimana mutasi pada gen PIK3CA, AKT1, dan PTEN sering terjadi pada 50% pasien kanker payudara HR-positif. Terapi endokrin umumnya diberikan kepada pasien kanker payudara HR-positif, namun dikarenakan ti ngginya angka kejadian resistensi terhadap inhibitor CDK4/6 dan terapi hormon tertarget estrogen, dibutuhkan adanya opsi terapi hormonal yang baru untuk pasien.
Menjawab permasalahan ini, AstraZeneca Pharmaceuticals mengembangkan capivasertib (nama dagang truqap) yang pada 16 November 2023 disetujui registrasinya oleh Food and Drug Administration (FDA). Selain sudah disetujui penggunaannya Amerika, hingga Juni 2024, truqap juga telah disetujui oleh Uni Eropa dan Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Sosial Jepang untuk pasien kanker payudara stadium lanjut HR-positif.
Terapi Capfivasertib
Capivasertib merupaka golongan AKT inhibitor. Capivasertib bekerja dengan cara menginhibisi seluruh jenis isoform AKT (1/2/3). Capivasertib yang dikombinasikan dengan fulvestrant diindikasikan untuk pasien kanker payudara lokal lanjut atau metastatik dengan reseptor hormon (HR) positif, human epidermal growth factor receptor 2 (HER2) negatif, dan ditemukan satu atau lebih mutasi gen PIK3CA/AKT1/PTEN yang terdeteksi perkembangannya oleh pemeriksaan yang disetujui oleh FDA, dimana tes deteksi mutasi dilakukan ketika diketahui adanya progresi setelah pemberian terapi hormonal atau adanya kekambuhan setelah 12 bulan dari selesainya pemberian terapi adjuvan.
Dosis capivasertib yang direkomendasikan adalah 200 mg oral dua kali sehari setiap 12 jam, dengan atau tanpa makanan, selama 4 hari diikuti dengan 3 hari libur. Terapi diberikan sampai terjadinya progresi atau terjadinya toksisitas.
Efektivitas Capivasertib
Efikasi capivasertib dikombinasikan dengan fulvestrant dievaluasi pada uji klinis fase 3 pada 708 pasien kanker payudara stadium lanjut atau metastatik HR-positif HER-2 negatif dan 289 subjek diantaranya menunjukkan biomarker PIK3CA/AKT1/PTEN positif. Studi dilakukan dengan cara pemberian terapi dosis harian 400 mg selama 4 hari dan libur 3 hari selama 28 hari kepada setengah populasi subjek, dengan membandingkan kelangsungan hidup bebas perkembangan (PFS) pada populasi total dan kelompok pasien dengan biomarker-positif, dibandingkan dengan kelompok yang diberikan plasebo.
Hasil studi menunjukkan perbedaan PFS yang signifikan pada populasi yang menggunakan kombinasi capivasertib-fulvestrant, baik pada populasi seluruhnya maupun populasi subjek dengan biomarker PIK3CA/AKT/PTEN positif dibandingkan dengan plasebo. Pada populasi subjek dengan biomarker PIK3CA/AKT/PTEN positif, diperoleh median PFS pada populasi seluruhnya adalah 7,3 bulan pada kelompok yang diberikan kombinasi capivasertib-fulvestrant dan 3,1 bulan pada plasebo.
Kesimpulan
Capivasertib yang telah disetujui penggunaannya di Amerika, Eropa, dan Jepang terbukti dapat meningkatkan kelangsungan hidup bebas perkembangan pada pasien kanker payudara stadium lanjut dan metastatik HR-positif pada uji yang mengombinasikan capivasertib-fulvestrant. Capivsertib diharapkan dapat menjadi opsi baru untuk terapi kanker payudara stadium lanjut HR-positif.
Daftar Pustaka
https://www.accessdata.fda.gov/drugsatfda_docs/label/2023/218197s000lbl.pdf
FDA approves capivasertib with fulvestrant for breast cancer (https://www.fda.gov/drugs/resources-information-approved-drugs/fda-approves-capivasertib-fulvestrant-breast-cancer)
Turner, NC et al, Capivasertib in Hormone Receptor–Positive Advanced Breast Cancer, N Engl J Med 2023;388:2058-2070. DOI 10.1056/NEJMoa2214131
Truqap plus Faslodex approved in the EU for patients with advanced ER-positive breast cancer (https://www.astrazeneca.com/media-centre/press-releases/2024/truqap-plus-faslodex-approved-in-the-eu-for-patients-with-advanced-er-positive-breast-cancer.html)
Truqap (capivasertib) plus Faslodex approved in the US for patients with advanced HR-positive breast cancer (https://www.astrazeneca.com/media-centre/press-releases/2024/truqap-plus-faslodex-approved-in-the-eu-for-patients-with-advanced-er-positive-breast-cancer.html)