Majalah Farmasetika – Edisi Februari 2018

Editorial

Halo farmasetikers!

Selamat datang di majalah farmasetika Edisi Bulan Februari 2018. Majalah farmasi online pertama di Indonesia berkonsep friendly.

\"PT. Pharos : Kami Akan Perbaiki Label Albothyl Untuk Sariawan\",  \"Kisah Perjuangan Seorang Dokter Gigi Hingga Policresulen Dilarang Sebagai Obat Sariawan\", dan \"Sebabkan Efek Samping Serius, BPOM Bekukan Izin Edar Albothyl Konsentrat\" menjadi headline di Majalah Farmasetika edisi Februari 2018. Rubrik Regulasi diisi dengan \"BPOM : Izin Edar Viostin DS dan Enzyplex Dicabut Karena Inkonsistensi Data Pre dan Pos Market\".

\"Medication Error pada Tahap Prescribing, Transcribing, Dispensing, dan Administration\", \"Tips Memastikan Makanan dan Minuman Tidak Mengandung Babi\", dan \"Perubahan Peran dan Fungsi Apoteker di Tahun 2030\" menghiasi kategori Dispensing.

Artikel \"Medifarma : Enzyplex yang Mengandung Babi Sudah Tidak Diproduksi Sejak 2013\" menutup edisi Februari 2018.

Semoga bermanfaat!

Pimpinan redaksi,
Nasrul Wathoni, Ph.D., Apt