Recent Posts

Perlu Booster? Efektifitas Vaksin Moderna dan Pfizer Menurun Seiring Waktu

Majalah Farmasetika – Efektivitas dua vaksin COVID-19 yang paling umum menurun dari waktu ke waktu pada kelompok pasien yang lebih tua, menunjukkan bahwa dosis booster mungkin diperlukan untuk melindungi penerima dalam jangka panjang, menurut sebuah studi baru. Juga terlihat pada kelompok veteran AS, yang memiliki usia rata-rata 67 tahun: Mereka …

Read More »

ATB PD IAI Jateng Terjunkan Relawan Erupsi Gunung Semeru

Majalah Farmasetika – Apoteker Tanggap Bencana (ATB) PD Ikatan Apoteker Indonesia Jawa Tengah menyalurkan bantuan logistik sekaligus relawan untuk membantu proses pemulihan korban terdampak bencana erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. Tim ATB berangkat pada hari senin 6 desember 2021 dengan total 4 personil.  Relawan ATB PD IAI Jateng berada …

Read More »

Mengenal Metode Optimasi Efektivitas Logistik di PBF

Majalah Farmasetika – Manajemen persediaan adalah serangkaian aktivitas yang dilakukan untuk mengelola persediaan. Hal ini diperlukan untuk meminimalkan biaya dengan tanpa mengurangi kepuasan pelanggan. Agar tujuan tersebut dapat dicapai maka diperlukan penentuan investasi persediaan dengan pelayanan agar tetap seimbang (Heizer & Render, 2014). Untuk mendapatkan manajemen persediaan yang optimal diperlukan …

Read More »

Pfizer Ungkap Suntikan Booster COVID-19 Menjanjikan untuk Varian Omicron

Majalah Farmasetika – Perusahaan Pfizer (9/12/2021) mengatakan bahwa tiga dosis memberikan tingkat antibodi yang sama terhadap Omicron, dibandingkan dengan dua dosis terhadap varian lainnya. Seorang pejabat WHO mengatakan bahwa vaksin yang ada masih harus melindungi orang yang tertular varian Omicron dari kasus COVID-19 yang parah. Para ilmuwan percaya bahwa infeksi …

Read More »

Kilas Balik Perjalanan RUU Kefarmasian Hingga Terlempar Lagi dari Prolegnas 2022

Majalah Farmasetika – Belum lama ini, farmasis lagi-lagi diguncangkan dengan permasalahan RUU Kefarmasian. Pada tanggal 6 Desember 2021 dalam rapat kerja Badan Legislasi (Baleg), DPR menetapkan 40 RUU masuk daftar Prolegnas Prioritas Tahun 2022 dan RUU Kefarmasian tidak termasuk didalamnya. Penundaan tersebut dirasa tidak setimpal dengan pengorbanan waktu dan tenaga …

Read More »

WHO Tolak Plasma Konvalesen untuk Terapi COVID-19

Majalah Farmasetika – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO/World Health Organization) sekarang sangat tidak merekomendasikan penggunaan plasma konvalesen dalam pengobatan pasien COVID-19 terlepas dari stadium penyakit mereka (7/12/2021). Beberapa ahli di Amerika Serikat tidak setuju dengan rekomendasi tersebut, menyatakan ada pasien yang dapat mengambil manfaat dari plasma dari mereka yang telah pulih …

Read More »

Sah! RUU Kefarmasian Tak Masuk 40 RUU Prolegnas Prioritas 2022

Majalah Farmasetika – Rancangan Undang Undang (RUU) Kefarmasian kembali terlempar dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas untuk tahun 2022 setelah disepakati oleh Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), dan DPD RI yang menyetujui 40 RUU masuk Prolegnas Prioritas 2022. RUU Kefarmasian sendiri berada di urutan ke …

Read More »

UU Farmasi dan Praktik Keapotekeran Penting Untuk Lindungi Praktik Peracikan di Apotek

Majalah Farmasetika – Salah satu tujuan diusulkannya Rancangan Undang-Undang Farmasi dan Praktik Keapotekeran (RUU F&PK) bertujuan untuk melindungi masyarakat (pasien / konsumen) dan para profesi Apoteker di Indonesia dalam menjalankan praktik profesi. Agar aparat kepolisian, stakeholder dan masyarakat, sesuai tupoksinya bisa menghargai kewenangan dan kode etik apoteker dalam menjalankan profesinya. …

Read More »

Nomenklatur PRAKTIK KEFARMASIAN dan PEKERJAAN KEFARMASIAN yang Benar

Majalah Farmasetika – Rubrik Opini. Nomenklatur PRAKTIK KEFARMASIAN dan PEKERJAAN KEFARMASIAN sangat perlu untuk diangkat sebagai topik pembicaraan karena ada yang berusaha membentuk opini seolah-olah PRAKTIK KEFARMASIAN dan PEKERJAAN KEFARMASIAN itu adalah 2 (dua) nomenklatur yang berbeda makna. Benarkah demikian❓ Bagaimanakah peraturanperundangan di Indonesia menggunakan 2 (dua) nomenklatur ini untuk …

Read More »

WHO : Omicron Belum Jelas Sebabkan COVID-19 yang Lebih Parah

Majalah Farmasetika – WHO telah mengumumkan bahwa masih belum jelas apakah varian virus corona yang baru-baru ini terdeteksi Omicron lebih menular, atau menyebabkan penyakit yang lebih parah, dibandingkan dengan varian lainnya. Ini termasuk varian Delta yang sangat mudah menular. Sembilan kasus Omicron telah terdeteksi di Inggris, dan dua di Kanada. …

Read More »