Majalah Farmasetika – Biodegradable polymer drug delivery system merupakan teknologi penghantaran obat yang menggunakan polimer terurai, seperti PLGA, untuk melepaskan obat secara bertahap sehingga kadar obat lebih stabil dan frekuensi pemberian dapat dikurangi. Salah satu bentuk yang berkembang adalah spray dried PLGA long acting injectable microparticles, yaitu mikropartikel suntik kerja panjang yang melepaskan obat melalui difusi dan degradasi polimer. Teknologi ini menawarkan pelepasan obat yang lebih terkontrol, stabil, dan berpotensi dikembangkan dalam skala produksi lebih besar. Penerapannya telah terlihat pada produk komersial seperti Sandostatin LAR, yang menunjukkan bahwa sistem ini tidak hanya berkembang dalam penelitian, tetapi juga digunakan dalam praktik klinis.
Dalam dunia pengobatan, salah satu tantangan yang sering dihadapi pasien adalah kebutuhan untuk menerima obat berulang kali dalam waktu yang relatif dekat. Pada beberapa kondisi, pasien harus menjalani suntikan berkala atau mengonsumsi obat secara rutin agar kadar obat dalam tubuh tetap stabil. Masalahnya, pola pengobatan seperti ini tidak selalu nyaman. Selain melelahkan, pemberian obat yang terlalu sering juga dapat menurunkan kepatuhan pasien terhadap terapi. Karena itulah, berkembang berbagai teknologi yang dirancang agar obat dapat bekerja lebih lama di dalam tubuh. Salah satunya adalah biodegradable polymer drug delivery system.
Secara sederhana, sistem ini adalah cara penghantaran obat dengan menggunakan bahan polimer yang dapat terurai perlahan di dalam tubuh. Obat tidak langsung dilepaskan sekaligus, melainkan keluar sedikit demi sedikit dalam jangka waktu tertentu. Pendekatan ini membantu menjaga kadar obat tetap lebih stabil, mengurangi frekuensi pemberian, dan pada akhirnya meningkatkan kenyamanan pasien. Salah satu bahan yang paling sering digunakan dalam sistem ini adalah PLGA (poly(lactic-co-glycolic acid)). Bahan ini banyak dipilih karena bersifat biodegradable, biokompatibel, dan sudah lama digunakan dalam pengembangan sediaan suntik kerja panjang. Dengan kata lain, PLGA memungkinkan obat disimpan sementara di dalam tubuh, lalu dilepaskan secara bertahap sesuai kebutuhan terapi.
Salah satu bentuk yang kini banyak dikembangkan adalah spray dried PLGA long-acting injectable microparticles. Meski istilahnya terdengar teknis, konsep dasarnya cukup mudah dipahami. Formulasi ini berupa partikel-partikel kecil berbahan PLGA yang berfungsi sebagai pembawa obat. Partikel tersebut dibuat dengan teknik spray drying, yaitu proses ketika campuran obat dan polimer diubah menjadi butiran sangat halus, lalu dikeringkan dengan cepat menggunakan aliran gas panas. Hasil akhirnya adalah mikropartikel kering yang dapat digunakan untuk sediaan suntik kerja Panjang.
Jika dianalogikan, mikropartikel ini mirip seperti gudang mini pembawa obat. Setelah disuntikkan ke dalam otot atau jaringan bawah kulit, partikel-partikel tersebut tetap berada di lokasi penyuntikan dan menyimpan obat dalam jumlah kecil. Cairan tubuh kemudian masuk ke dalam partikel, sehingga sebagian obat mulai keluar dari permukaan. Pada saat yang sama, PLGA perlahan terurai dan membentuk saluran-saluran kecil di dalam partikel. Dari sinilah obat terus dilepaskan sedikit demi sedikit. Jadi, pelepasan obat tidak terjadi sekaligus, melainkan melalui dua proses yang berjalan bersamaan, yaitu difusi obat dan degradasi polimer. Mekanisme ini membuat efek terapi dapat bertahan lebih lama dan lebih terkontrol.
Keunggulan lain dari teknik spray drying adalah kemampuannya dalam menghasilkan partikel dengan karakter yang lebih teratur. Ukuran partikel, bentuk permukaan, jumlah obat yang masuk ke dalam partikel, hingga pola pelepasan obat dapat dikendalikan dengan lebih baik. Hal ini penting karena mutu sediaan suntik kerja panjang sangat dipengaruhi oleh keseragaman partikel. Jika ukuran partikel terlalu beragam atau distribusi obat di dalamnya tidak merata, pelepasan obat bisa menjadi tidak konsisten. Karena itu, pendekatan ini dipandang menjanjikan untuk menghasilkan sediaan yang lebih stabil, lebih mudah diprediksi, dan lebih memungkinkan untuk diproduksi dalam skala yang lebih besar.
Namun, seperti teknologi kesehatan lainnya, sistem ini juga bukan tanpa tantangan. Proses formulasi dan produksinya lebih kompleks dibandingkan sediaan obat biasa. Tidak semua obat cocok dimasukkan ke dalam sistem mikropartikel biodegradable. Selain itu, pengembangan produk seperti ini juga membutuhkan biaya, pengujian, dan pengawasan mutu yang ketat. Meski demikian, manfaat yang ditawarkan cukup besar, terutama untuk terapi jangka panjang yang menuntut kestabilan kadar obat dan kenyamanan pasien.
Contoh produk di pasaran adalah Sandostatin LAR. Produk ini merupakan sediaan suntik kerja panjang yang mengandung octreotide dalam bentuk mikrosfer biodegradable untuk suspensi injeksi intramuskular. Manfaat utamanya adalah memberikan efek terapi yang lebih lama dan lebih stabil, sehingga kebutuhan pemberian obat berulang dapat dikurangi. Secara klinis, Sandostatin LAR digunakan untuk terapi jangka panjang pada akromegali, serta untuk membantu mengurangi gejala seperti diare berat dan flushing pada tumor karsinoid metastatik dan diare berair berlebihan pada VIPoma. Di Indonesia, produk ini juga telah tercatat di BPOM untuk kekuatan 20 mg, sehingga menunjukkan bahwa teknologi penghantaran obat berbasis polimer biodegradable bukan lagi sekadar konsep di laboratorium, tetapi sudah masuk ke penggunaan nyata di layanan Kesehatan.
Melihat perkembangan ini, biodegradable polymer drug delivery system dapat dipahami sebagai salah satu langkah penting dalam inovasi farmasi modern. Teknologi ini tidak hanya berbicara tentang bahan atau proses pembuatan obat, tetapi juga tentang bagaimana terapi dibuat lebih efektif, lebih nyaman, dan lebih sesuai dengan kebutuhan pasien. Dalam konteks itu, mikropartikel PLGA untuk sediaan suntik kerja panjang menunjukkan bahwa masa depan pengobatan tidak hanya bergantung pada zat aktif obat, tetapi juga pada cara obat tersebut dihantarkan di dalam tubuh.
Kesimpulan
Biodegradable polymer drug delivery system merupakan inovasi penghantaran obat yang memungkinkan obat dilepaskan secara bertahap sehingga efek terapinya lebih stabil dan frekuensi pemberiannya dapat dikurangi. Salah satu bentuk yang berkembang adalah spray dried PLGA long acting injectable microparticles, yang memanfaatkan mikropartikel PLGA untuk melepaskan obat secara perlahan dan terkontrol. Kehadiran produk seperti Sandostatin LAR menunjukkan bahwa teknologi ini tidak hanya berkembang dalam penelitian, tetapi juga telah diterapkan dalam praktik klinis.
Daftar Pustaka
Alidori, S., Subramanian, R., & Holm, R. (2024). Patient-Centric Long-Acting Injectable and Implantable Platforms An Industrial Perspective. Molecular Pharmaceutics, 21(9), 4238–4258. https://doi.org/10.1021/acs.molpharmaceut.4c00665
Beig, A., Feng, L., Walker, J., Ackermann, R., Hong, J. K. Y., Li, T., Wang, Y., Qin, B., & Schwendeman, S. P. (2020). Physical–Chemical Characterization of Octreotide Encapsulated in Commercial Glucose-Star PLGA Microspheres. Molecular Pharmaceutics, 17(11), 4141–4151. https://doi.org/10.1021/acs.molpharmaceut.0c00619
Butreddy, A., Gaddam, R. P., Kommineni, N., Dudhipala, N., & Voshavar, C. (2021). PLGA/PLA-Based Long-Acting Injectable Depot Microspheres in Clinical Use: Production and Characterization Overview for Protein/Peptide Delivery. International Journal of Molecular Sciences, 22(16), 8884. https://doi.org/10.3390/ijms22168884
Chen, N., Huang, S., Nie, T., Luo, L., Chen, T., Chen, K., Cheng, Z., & Liu, W. (2025). Spray drying strategies for the construction of drug-loaded particles: Insights into design principles and pharmaceutical applications. International Journal of Pharmaceutics, 682, 125917. https://doi.org/10.1016/j.ijpharm.2025.125917
Lim, Y. W., Tan, W. S., Ho, K. L., Mariatulqabtiah, A. R., Abu Kasim, N. H., Abd. Rahman, N., Wong, T. W., & Chee, C. F. (2022). Challenges and Complications of Poly(lactic-co-glycolic acid)-Based Long-Acting Drug Product Development. Pharmaceutics, 14(3), 614. https://doi.org/10.3390/pharmaceutics14030614
Michaelides, K., Al Tahan, M. A., Zhou, Y., Trindade, G. F., Cant, D. J. H., Pei, Y., Dulal, P., & Al-Khattawi, A. (2024). New Insights on the Burst Release Kinetics of Spray-Dried PLGA Microspheres. Molecular Pharmaceutics, 21(12), 6245–6256. https://doi.org/10.1021/acs.molpharmaceut.4c00686
Muddineti, O. S., & Omri, A. (2022). Current trends in PLGA based long-acting injectable products: The industry perspective. Expert Opinion on Drug Delivery, 19(5), 559–576. https://doi.org/10.1080/17425247.2022.2075845
Nakmode, D. D., Singh, B., Abdella, S., Song, Y., & Garg, S. (2025). Long-acting parenteral formulations of hydrophilic drugs, proteins, and peptide therapeutics: mechanisms, challenges, and therapeutic benefits with a focus on technologies. Drug Delivery and Translational Research, 15(4), 1156–1180. https://doi.org/10.1007/s13346-024-01747-y
Siepmann, J., & Siepmann, F. (2025). Release mechanisms of PLGA-based drug delivery systems: A review. International Journal of Pharmaceutics: X, 10, 100440. https://doi.org/10.1016/j.ijpx.2025.100440
Song, J.-S., Kim, S.-Y., Nam, J.-H., Lee, J., Song, S.-Y., & Seong, H. (2022). IVIVC of Octreotide in PLGA-Glucose Microsphere Formulation, Sandostatin® LAR. AAPS PharmSciTech, 23(7), 258. https://doi.org/10.1208/s12249-022-02359-w
Sun, R., Chen, Y., Pei, Y., Wang, W., Zhu, Z., Zheng, Z., Yang, L., & Sun, L. (2024). The drug release of PLGA-based nanoparticles and their application in treatment of gastrointestinal cancers. Heliyon, 10(18), e38165. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e38165
Yang, J., Zeng, H., Luo, Y., Chen, Y., Wang, M., Wu, C., & Hu, P. (2024). Recent Applications of PLGA in Drug Delivery Systems. Polymers, 16(18), 2606. https://doi.org/10.3390/polym16182606
Zhang, C., Zhang, R., Liu, L., & Yang, M. (2025). Designing long-acting injectable formulations using PLGA via spray-drying. International Journal of Pharmaceutics, 683, 126083. https://doi.org/10.1016/j.ijpharm.2025.126083