Recent Posts

FDA : Penggunaan Jangka Panjang Azitromisin Sebabkan Kanker Kambuhan pada Pasien Tertentu

Farmasetika.com – Food and Dug Administration (FDA) Amerika Serikat memperingatkan bahwa antibiotik azitromisin (zithromax, zmax) tidak seharusnya diberikan dalam jangka waktu yang panjang untuk mencegah kondisi radang paru (bronchiolitis obliterans) pada pasien dengan kanker darah atau kelenjar getah bening yang menjalani donor transplantasi sel induk/stem cell. Apa itu Azitromisin Azitromisin …

Read More »

Upaya Farmasis dalam Implementasi Undang-Undang Jaminan Produk Halal

produk halal obat

farmasetika.com – Edisi Khusus. Jaminan Produk Halal (UU No.33 Tahun 2014) telah diundangkan pada 17 Oktober 2014, namun implementasinya kurang begitu lancar. Sertifikasi halal bagi produk farmasi dihadapkan dengan beberapa faktor penghambat seperti kurangnya pemasok bahan baku yang memenuhi persyaratan halal dan kendala manajemen halal di Industri Farmasi Indonesia. Namun …

Read More »

Erenumab, Obat Khusus Migrain Pertama Diluncurkan di Eropa

Farmasetika.com – European Medicine Agency (EMA) telah menyetujui obat baru produksi Novartis yakni Aimovig (erenumab) yang menjadikannya pengobatan pertama di Eropa yang secara khusus dirancang untuk mencegah migrain. Obat ini bekerja dengan memblokir reseptor peptida terkait gen kronitonin (CGRP) yang diduga terlibat dalam transmisi sinyal rasa sakit yang terkait dengan …

Read More »

BPOM : Penggunaan Media Kontras Gadolinium Untuk Scan MRI Bisa Alami Retensi di Otak

bpom

Farmasetika.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan safety alert/ untuk tenaga profesional kesehatan terkait “Retensi Gadolinium di Otak karena Penggunaan Media Kontras Gadolinum pada Magnetic Resonance Imaging (MRI)” pada 23/08/2018. Apa itu Gadolinium? Gadolinum adalah zat kontras yang diberikan secara intravena untuk diagnostik MRI cranial, spinal dan seluruh …

Read More »

Setelah 6 Dekade, Tafenoquine, Obat Pertama Malaria Plasmodium Vivax Disetujui FDA

Farmasetika.com – Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat telah menyetujui obat baru dari GlaxoSmithKline (GSK) tafenoquine (Krintafel) yang merupakan obat dosis tunggal pertama untuk pencegahan kambuhnya malaria Plasmodium vivax (P vivax) pada pasien di atas usia 16 tahun yang menerima terapi antimalaria. Ini adalah obat pertama yang disetujui untuk …

Read More »

Enzalutamide, Obat Oral Pertama Untuk Kanker Prostat yang Resisten

FDA telah menyetujui Aplikasi Obat Baru tambahan (sNDA) untuk enzalutamide (Xtandi) untuk pengobatan kanker prostat resisten non-metastasis (castration-resistant prostate cancer/CRPC), menurut siaran pers. Dengan indikasi baru ini, enzalutamide adalah obat oral pertama yang disetujui FDA baik untuk CRPC non metastatik dan metastasis. Persetujuan terbaru untuk enzalutamide, yang sebelumnya diberikan penunjukan …

Read More »

Obat Pertama dari Ganja Untuk Epilepsi Disetujui FDA

narkotika

Farmasetika.com – Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat telah menyetujui terapi baru dengan cannabidiol (CBD) untuk 2 bentuk epilepsi yang langka dan berat, menjadikannya obat yang disetujui FDA pertama yang mengandung zat obat yang dimurnikan yang berasal dari ganja, menurut siaran pers. Epidiolex (GW) adalah solusi obat oral yang …

Read More »

FDA Menyetujui Terapi Cacar Pertama untuk Memerangi Bioterorisme

farmasetika.com – Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat telah menyetujui obat baru tecovirimat (TPOXX, SIGA), obat pertama dengan indikasi untuk pengobatan cacar (Smallpox), untuk meningkatkan kesiapan dalam hal serangan bioteror. Meskipun telah diberantas pada tahun 1980 dengan upaya vaksinasi, ada kekhawatiran tentang virus yang digunakan sebagai senjata potensial dalam bioterorisme. …

Read More »

FDA Mengikuti Langkah 22 Negara Lainnya Menarik Produk Valsartan

valsartan

Farmasetika.com – Jumat, 13 Juli 2018, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat mengumumkan penarikan kembali secara sukarela dari beberapa obat yang mengandung valsartan setelah seminggu sebelumnya obat tersebut ditarik kembali di 22 negara lain karena mengandung bahan kimia yang berpotensi menimbulkan risiko kanker. Tidak semua produk valsartan ditarik Tidak …

Read More »