Inilah 8 Kandidat Vaksin COVID-19 yang Siap Diproduksi Massal

Majalah Farmasetika – Sejak awal pandemik COVID-19 muncul, para ilmuwan terus berusaha untuk mengembangkan vaksin untuk COVID-19 yang telah merenggut 280.700 jiwa dari seluruh dunia.

Industri farmasi, bioteknologi, lembaga penelitian, dan universitas bekerjasama untuk mengembangkan vaksin. Salah satunya adalah pengembangan yang dilakukan oleh Moderna/NIAID, Universitas Oxford, dan Inovio Pharmaceuticals yang saat ini sudah melakukan uji klinis.

Berdasarkan data dari WHO terkait kandidat Vaksin COVID-19 terdapat delapan kandidat vaksin dalam tahap evaluasi uji klinik fase 1 atau fase 2, dan terdapat 100 kandidat vaksin dalam tahap evaluasi uji praklinis.

Delapan kandidat vaksin COVID-19

Pengembang dari delapan kandidat vaksin tersebut yang didapat dari “Draft landscape of COVID-19 candidate vaccines – 5 May 2020” yang dikeluarkan WHO adalah :

  • CanSino Biological Inc./Beijing Institute of Biotechnology
  • Moderna/NIAID
  • Wuhan Institute of Biological Products/Sinopharm
  • Beijing Institute of Biological Products/Sinopharm
  • Sinovac
  • University of Oxford
  • BioNTech/Fosun Pharma/Pfizer
  • Inovio Pharmaceuticals

Uji klinik dengan 1.112 sukarelawan

Salah satu pengembangan vaksin Covid-19 yang dilakukan oleh Universitas Oxford dengan nomor NCT NCT04324606 pada ClinicalTrials.gov sedang melakukan uji klinik Fase I/II yang dilakukan di Inggris, untuk menentukan efikasi, keamanan, dan imunogenisitas dari kandidat vaksin Covid-19.

Uji klinik dimulai pada 23 April 2020 dan diestimasikan akan selesai pada bulan Mei 2021, menggunakan metode randomisasi terhadap sukarelawan 18-55 tahun dengan rute pemberian secara intramuskular (IM). Akan ada empat kelompok studi dan diantisipasi berjumlah 1.112 sukarelawan yang terdaftar.

Selain itu, terdapat uji klinik yang dilakukan BioNTech/Fosun Pharma/Pfizer dengan nomor NCT NCT04380701 pada ClinicalTrials.gov.

Pengembangan yang dilakukan di Jerman ini dimulai sejak tanggal 23 April 2020 dan diestimasikan akan selesai pada bulan Agustus 2020.

Percobaan ini memiliki dua bagian, pertama Bagian A untuk penemuan dosis yang dilakukan dengan empat kelompok dosis (kelompok perlakuan) untuk setiap vaksin dan kedua adalah Bagian B, yaitu merekrut kelompok ekspansi untuk studi kohort dengan tingkat dosis yang dipilih dari data yang dihasilkan pada Bagian A. Uji klinik Fase I/II dilakukan terhadap dewasa pria maupun wanita dengan estimasi sebanyak 200 sukarelawan yang terdaftar.

Penyederhanaan prosedul produksi masal

Menurut Dale Fisher, Ketua dari WHO’s Global Outbreak Alert and Response Network, kemungkinan Vaksin Covid-19 akan siap digunakan adalah hingga akhir tahun 2021.

Hal ini karena diperlukannya uji klinik fase 2 dan 3 yang dilakukan untuk menjamin keamanan dan efikasi vaksin tersebut serta diperlukannya waktu untuk meningkatkan proses produksi dan distribusi.

Namun, upaya percepatan terhadap perkembangan Vaksin Covid-19 terus dilakukan, salah satunya adalah penggunaan prosedur darurat penilaian dan pendaftaran (Emergency Use Assessment and Listing/EUAL). Mekanisme dari WHO ini pertama kali dibuat untuk menanggapi wabah virus Ebola pada 2014 – 2016.

EUAL merupakan prosedur berbasis risiko untuk menilai dan mendaftarkan vaksin atau obat untuk digunakan terutama selama keadaan darurat kesehatan yang menjadi perhatian internasional.

Pada pengembangan vaksin, WHO akan bekerjasama secara langsung dengan Badan Regulasi Nasional (National RegulatoryAuthority/NRA) yang bertanggung jawab atas pengawasan regulasi dari pengembangan produk vaksin.

Hal ini dilakukan konsisten dengan prinsip-prinsip pada prosedur uji yang disederhanakan untuk proses prakualifikasi vaksin sehingga WHO dapat bergantung pada penilaian NRA terhadap informasi, fasilitas, kualitas pra-klinis dan klinis.

Penyederhanaan prosedur uji tersebut dijelaskan pada gambar di bawah ini:

Lima Tahap pada pengembangan vaksin baru (WHO)
Pengembangan Vaksin Covid-19 dengan Penyederhanaan prosedur (WHO)

Pengembangan Vaksin Covid-19 adalah tugas yang monumental, dan tidak ada satupun lembaga atau organisasi yang dapat membuat vaksin sendiri. Untuk mencapai keberhasilan, diperlukan pengembangan ilmu yang kolaboratif serta kerjasama secara global. Selain itu, hal ini tidak akan dapat terjadi tanpa investasi yang signifikan dan kolaborasi antara masyarakat, swasta, dan filantropi yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Sumber :

NIH. 2020. A Trial Investigating the Safety and Effects of Four BNT162 Vaccines Against COVID-2019 in Healthy Adults. Tersedia online di https://clinicaltrials.gov/ct2/show/NCT04380701?term=2020-001038-36&draw=2&rank=1#contacts.

NIH. 2020. A Study of a Candidate COVID-19 Vaccine (COV001). Tersedia online di https://clinicaltrials.gov/ct2/show/NCT04324606?term=NCT04324606&draw=2&rank=1 (Diakses pada tanggal 10 Mei 2020).

WHO. 2020. Emergency Use Listing Procedure. Swiss: WHO.

WHO. 2020. Draft landscape of COVID 19 candidate vaccines. Tersedia online di https://www.who.int/who-documents-detail/draft-landscape-of-covid-19-candidate-vaccines (Diakses pada tanggal 10 Mei 2020).

Share this:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

About Estheraprillia014

Estheraprillia014

Check Also

Hasil Studi 100.000 Pasien COVID-19, Klorokuin Tingkatkan Resiko Kematian

Majalah Farmasetika – Pasien COVID-19 yang sakit parah dan dirawat dengan hydroxychloroquine atau chloroquine lebih …

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.