Majalah Farmasetika – Perusahaan Moderna dan Takeda Pharmaceutical pada hari Rabu (1/9/2021) mengatakan mereka bekerja dengan pihak berwenang Jepang untuk menarik kembali tiga batch vaksin COVID-19 mereka setelah penyelidikan menemukan kontaminan baja tahan karat (stainless steel) di beberapa botol. Pihak berwenang Jepang telah menangguhkan penggunaan batch suntikan Moderna ini, yang …
Read More »Pasca Divaksin COVID-19 Pfizer, Seorang Wanita di Selandia Baru Meninggal
Majalah Farmasetika – Selandia Baru telah melaporkan apa yang mereka yakini sebagai kematian pertama yang terkait dengan vaksin Pfizer. Sebuah dewan pemantau keamanan vaksin independen mengatakan kematian wanita itu “mungkin” karena miokarditis, yang merupakan peradangan pada otot jantung. Ia juga mencatat ada masalah medis lain yang dapat “mempengaruhi hasil setelah …
Read More »3x Lebih Efektif, Pfizer Siapkan Izin Vaksin COVID-19 untuk Booster Ketiga
Majalah Farmasetika – Titer penetralisir SARS-CoV-2 terhadap strain tipe baru satu bulan setelah dosis booster 3, menunjukan 3 kali lebih tinggi daripada titer yang ditemukan satu bulan setelah dosis kedua. Pfizer dan BioNTech telah memulai pengajuan bergulir Aplikasi Lisensi Biologis (BLA) ke Food and Drug Administration Amerika Serikat (FDA AS) …
Read More »Mengenal Sputnik-V, Vaksin Adenovirus Manusia Pertama Disetujui di 70 Negara, Efikasi 97,6%
Majalah Farmasetika – Sputnik V adalah vaksin terdaftar pertama di dunia berdasarkan platform vektor adenovirus manusia yang diuji klinik dengan baik. Telah disetujui untuk digunakan di 70 negara dengan total populasi 4 miliar orang. Vaksin ini dinamai satelit luar angkasa Soviet pertama. Peluncuran Sputnik-1 pada tahun 1957 menghidupkan kembali penelitian …
Read More »BPOM Terbitkan Izin Darurat Vaksin Adenovirus COVID-19 Sputnik-V
Majalah Farmasetika – Pada hari Selasa (24/08), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan persetujuan terhadap satu produk vaksin COVID-19 yang baru, yaitu Vaksin COVID-19 Sputnik-V dari Rusia. Vaksin COVID-19 Sputnik-V merupakan vaksin yang dikembangkan oleh The Gamaleya National Center of Epidemiology and Microbiology di Russia yang menggunakan platform Non-Replicating Viral Vector (Ad26-S dan …
Read More »Inggris Rekomendasikan Vaksin COVID-19 Moderna untuk Anak 12-17 Tahun
Majalah Farmasetika – Pemerintah Inggris saat ini telah memperluas izin untuk vaksin Spikevax (sebelumnya dikenal COVID-19 Vaccine Moderna) yang memungkinkan penggunaannya pada anak berusia 12 hingga 17 tahun hari ini telah disahkan oleh Badan Pengatur Produk Obat dan Kesehatan (MHRA/The Medicines and Healthcare products Regulatory Agency). Perpanjangan Otorisasi Pemasaran Bersyarat …
Read More »Vaksin Moderna Lebih Baik Atasi Varian Delta daripada Vaksin Pfizer
Majalah Farmasetika – Vaksin MRNA Pfizer-BioNTech mungkin kurang efektif dibandingkan Moderna terhadap varian Delta COVID-19.Hal ini terungkap dalam sebuah penelitian terhadap lebih dari 50.000 pasien di Mayo Clinic Health System, para peneliti menemukan efektivitas vaksin Moderna terhadap infeksi telah turun menjadi 76% pada Juli – ketika varian Delta dominan – …
Read More »Regulator Eropa Izinkan Vaksin Moderna untuk Anak Usia 12-17 Tahun
Majalah Farmasetika – Uni Eropa telah menyetujui penggunaan vaksin Moderna COVID-19 pada anak-anak berusia 12-17 tahun. Sebelumnya, suntikan vaksin Pfizer mendapat lampu hijau pada bulan Mei, menjadikannya vaksin COVID kedua yang mendapatkan lampu hijau untuk anak-anak di UE. Langkah untuk mulai memvaksinasi kaum muda di UE mungkin akan segera dimulai, …
Read More »2 Suntikan Vaksin Pfizer atau AstraZeneca Efektif Terhadap Varian Delta
Majalah Farmasetika – Sebuah studi baru menunjukkan bahwa dua suntikan vaksin COVID-19 Pfizer atau AstraZeneca hampir sama efektifnya terhadap varian Delta seperti halnya terhadap varian Alpha yang sebelumnya dominan. Studi yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine ini mengkonfirmasi temuan utama yang diberikan oleh Public Health England pada bulan …
Read More »Tingkat Antibodi Hasil Vaksinasi Sinovac Menurun Setengahnya Setelah 40 Hari
Majalah Farmasetika – Tingkat antibodi pada orang yang divaksinasi penuh dengan vaksin Sinovac menurun setengahnya setelah 40 hari, menurut temuan dari studi bersama antara fakultas kedokteran Universitas Thammasat dan Pusat Nasional untuk Rekayasa Genetika dan Bioteknologi (Biotec). Temuan itu diungkapkan oleh Anan Jongkaewwattana, direktur Kelompok Riset Manajemen dan Inovasi Kesehatan …
Read More »
Info Farmasi Terkini Berbasis Ilmiah dan Praktis Majalah Farmasi Online Pertama di Indonesia