FIP Rilis Pedoman 21 Target Pengembangan Transformasi Profesi Kefarmasian

Majalah Farmasetika – Pada tanggal 21 September 2020, di hari pertama “Minggu Apoteker Sedunia”, International Pharmaceutical Federation (FIP) meluncurkan FIP Development Goals sebagai Target untuk mendukung transformasi profesi kefarmasian di seluruh dunia.

FIP Development Goals dibangun, dikembangkan dan diluncurkan berdasarkan 13 Pharmaceutical Workforce Development Goals  yang dikembangkan oleh FIP di tahun 2016.

Penambahan 8 goals terhadap 13 goals awal  menjadikan sejumlah 21 goal transformasi profesi kefarmasian yang meliputi bidang science, practice dan workforce.

Profesi kefarmasian merupakan profesi yang unik

Profesi kefarmasian merupakan profesi yang unik yang terdiri dari profesi yang bekerja di ruang lingkup science, practice dan workforce/pendidikan. Profesi di bidang science umumnya merupakan profesi yang bekerja di bidang formulasi, pengembangan dan produksi obat.

Profesi di bidang practice merupakan profesi yang bekerja dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Profesi di bidang workforce adalah profesi yang terlibar dalam pendidikan dan pelatihan apoteker/tenaga teknis kefarmasian. Oleh karena itu memiliki FIP development goals yang melingkupi semua bidang praktik adalah hal yang sangat penting untuk menunjukkan kesatuan profesi kefarmasian.

Transformasi profesi kefarmasian selama 10 tahun mendatang

FIP Development Goals ini merupakan tujuan penting untuk mentransformasi profesi kefarmasian selama 10 tahun yang akan datang baik secara nasional, regional maupun global. FIP DGs juga sejalan dengan pengembangan United Nations Sustainable Development Goals.

21 goals ini dapat dilihat di bawah ini:

Implementasi 21 goals FIPDGs dilakukan melalui alat, struktur, indikator, dan program transformasi untuk menfasilitasi penerapan goals secara nasional, regional, dan global. Melalui FIP Global Pharmaceutical Observatory, FIP berencana untuk melakukan pemantauan global terhadap tren dari pencapaian goals ini oleh masing – masing negara, sehingga masing – masing negara dapat berbagi pengalaman dan belajar satu sama lain. FIP juga akan mengeluarkan survey global untuk mendapatkan tanggapan dari aptoeker bagaimana FIP bisa mendukung penerapan goal ini secara lokal dan untuk mentransformasi kefarmasian di mana pun rekan sejawat berada.

PP IAI bekerjasama dengan FIP dalam PTA

Saat ini, Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) bekerjasama dengan FIP dalam Program Transformasi Apoteker (PTA), yang merupakan program kolaborasi untuk mendukung penilaian kebutuhan transformasi apoteker, penentuan prioritas program apoteker, dan melakukan tindak lanjut yang sesuai dengan kebutuhan transformasi di Indonesia. Berdasarkan hasil penilaian kebutuhan yang dilakukan oleh IAI di tahun 2019, salah satu kebutuhan dari apoteker adalah adanya jenjang pengembangan karir untuk apoteker di Indonesia. Hal ini sejalan dengan FIP DG nomor 4 yaitu “Advanced and Specialist Development”. Di FIP DG ini diperlukan adanya infrastuktur pendidikan dan pelatihan yang tersedia untuk mengakui praktik advance yang dilakukan baik untuk apoteker yang berhadapan langsung dengan pasien maupun di bidang kefarmasian lainnya.

Mekanisme pencapaian target

Mekanisme dari pencapaian goal ini baik di practice, science ataupun workforce dilakukan dengan:

(1) Menyusun konsep dan definisi mengenai praktik advance dan spesialisasi;

(2) Menyediakan infrastruktur untuk mendukung program rekognisi dari praktik advance, melalui framework, sistem penilaian untuk rekognisi, panduan pencapaian praktik advance, pendidikan dan pelatihan untuk mendukung pencapaian menuju praktik advance; serta

(3) Berkolaborasi dengan pemangku kepentingan sebagai contoh: industri atau akademisi dalam memberikan program mentorship, wadah untuk berkolaborasi, dan program pengembangan kepemimpinan.

Sebagai apoteker, kita bisa menggunakan FIPDGs untuk melakukan penilaian diri terhadap program kita sendiri, mengidentifikasi kebutuhan dalam membuat aktifitas dan program untuk mencapai goal tersebut dan memprioritaskan aktifitas yang kita rencanakan.  FIP DGs ini dapat dijadikan tujuan yang ingin kita capai dalam memberikan pelayanan yang lebih baik di instansi tempat kita bekerja.

Sumber :

FIP Development Goals https://www.fip.org/fip-development-goals

Penulis : Sherly Meilianti (FIP YPG President), Roy Himawan (FIP-IAI National Professional Officer Chair),

Loader Loading…
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab

Download [4.17 MB]

Share this:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

About farmasetika.com

Farmasetika.com merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Tapatalk, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Check Also

PP IAI Adakan Ujian OSCE/OSPE Daring, Catat Jadwal, Cara dan Syaratnya!

Majalah Farmasetika – Dalam masa pandemi COVID-19, untuk pertama kalinya Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia …

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.