Sediaan Farmasi

Informasi mengenai berbagai macam sediaan farmasi dan alat kesehatan

QELBREE (Viloksazin HCl), Terobosan baru untuk menangani ADHD

Majalah Farmasetika – Attention deficit hyperactivity disorder atau biasa disingkat ADHD adalah suatu gangguan kesehatan mental yang menyebabkan hiperaktif diatas normal dan perilaku impulsif. Orang dengan ADHD mungkin juga memiliki masalah untuk memokuskan perhatian mereka kepada suatu pekerjaan atau duduk tenang untuk waktu yang lama. Gejala ADHD ADHD memiliki gejala …

Read More »

Zegalogue® : Obat Antihipoglikemia Terbaru Untuk Pasien Diabetes

Majalah Farmasetika – Hipoglikemia merupakan kondisi dimana kadar gula darah cukup rendah. Keadaan ini tidak hanya terjadi pada pasien dengan riwayat penyakit diabetes melitus tipe 1 karena pada kondisi ini terapi insulin digunakan, tetapi dapat terjadi pada pasien dengan riwayat penyakit diabetes melitus tipe 2. Hipoglikemia yang parah akan menyebabkan …

Read More »

Fotivda, Obat Baru untuk Terapi Kanker Ginjal

Majalah Farmasetika – Kanker ginjal merupakan kanker yang paling umum pada peringkat 12 di dunia. Kanker ini dapat ditangani dengan beberapa metode seperti; pengangkatan kanker (nefrektomi), terapi radiasi, kemoterapi, imunoterapi, terapi bertarget. Sorafenib, sunitinib, pazopanib dan cabozantinib, serta antibodi seperti bevacizumab merupakan lini pertama namun penghambatan spektrum kinase luas dan …

Read More »

JEMPERLI: Obat Baru Untuk Kanker Endometrium yang Diakui FDA

Majalah Farmasetika – Kanker endometrium merupakan kanker yang sering terjadi pada wanita. Kanker ini biasanya ditangani dengan berbagai terapi, seperti pembedahan, radiasi dan kemoterpi. Kemoterapi adalah penanganan kanker dengan menggunakan obat-obatan yang biasanya dikombinasi dari doxorubisin, paclitaxel, cisplatin, dan lain sebagainya. Pengembangan mengenai agen terapi kanker endometrium telah berhasil dilakukan …

Read More »

Dosis Tunggal Vaksin COVID-19 Pfizer Tak Kebal Untuk Varian Baru

Majalah Farmasetika – Satu dosis vaksin virus korona Pfizer mungkin tidak menghasilkan respons kekebalan yang cukup untuk melindungi terhadap varian baru yang dominan, kecuali pada orang yang telah terinfeksi COVID-19, menurut sebuah penelitian di Inggris yang diterbitkan pada hari Jumat. Penelitian yang dipimpin oleh Imperial College, yang mengamati tanggapan kekebalan …

Read More »

Uji Klinik Vaksin COVID-19 J&J Kembali Dilanjutkan

Majalah Farmasetika – Pengujian Vaksin COVID-19 Johnson & Johnson akan terus dilanjutkam di Eropa, setelah ditinjau dari EMA. Telah dikonfirmasi kemarin bahwa Pharmacovigilance Risk Assessment Committee (PRAC) telah memberikan panduan terbaru untuk penggunaan vaksin J & J, dan memastikan bahwa profil manfaat-risiko secara keseluruhan tetap positif. Saran tersebut muncul setelah …

Read More »

BPOM Kawal Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Sesuai Kriteria Standar

Majalah Farmasetika – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mendukung dan mengawal setiap tahapan pengembangan vaksin dalam negeri sesuai standar kriteria yang telah ditentukan. Vaksin tersebut yakni Vaksin Merah Putih yang dilakukan dengan berbagai jenis platform oleh enam (6) institusi, yaitu Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Universitas Airlangga, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia …

Read More »

Karena Pembekuan Darah, Uji Klinik Vaksin COVID-19 J&J Dihentikan Sementara

Majalah Farmasetika – CDC dan FDA Amerika Serikat (AS) telah merekomendasikan pemnerhentian sementara dalam penggunaan vaksin COVID-19 Johnson & Johnson (J&J) di AS, karena kekhawatiran bahwa suntikan tersebut dapat menyebabkan pembekuan darah. J&J juga telah membuat keputusan untuk menunda peluncuran vaksin mereka di Eropa, dan menjeda vaksinasi di semua uji …

Read More »

Vaksin COVID-19 Moderna Berikan Proteksi Selama 6 Bulan

Majalah Farmasetika – Perusahaan Farmasi Moderna mengumumkan data jangka panjang pada Selasa (13/4/2021) dari uji coba Fase III yang digunakan untuk mendukung otorisasi vaksin virus korona mRNA-1272, dengan mengatakan vaksin tersebut terus menunjukkan lebih dari 90% kemanjuran terhadap kasus COVID-19, termasuk perlindungan 95% dari penyakit parah, rata-rata enam bulan setelah …

Read More »