Majalah Farmasetika – Edisi – Desember 2016

Editorial

Halo farmasetikers!

Selamat datang di majalah farmasetika Edisi Bulan Desember 2016. Majalah farmasi online pertama di Indonesia berkonsep friendly.

Di edisi ini, rubrik opini diisi oleh artikel yang berkualitas dengan judul "Sponsorship Tenaga Kesehatan dan Celah Gratifikasi" dan "Profesi Apoteker Berwenang Definisikan Obat Dalam Tatanan Sosiologi Kesehatan". 

Untuk topik dispensing, artikel berjudul "Obat yang Umum Untuk Terapi Asam Lambung Ini Bisa Memiliki Risiko Stroke Iskemik" menjadi yang terfavorit di kategori edukasi, artikel lainnya seperti "70% Pasien di Inggris Merasa Tidak Perlu Ke Dokter Setelah Bertemu dengan Apoteker", "Pendampingan Apoteker Saat Visite Dokter di RS Mengurangi Kesalahan Peresepan", "Memilih Obat Batuk yang Tepat untuk Pengobatan Diri Sendiri “Swamedikasi”dan "Apoteker Masih Menjadi Profesi yang Paling Terpercaya di Amerika Serikat" tidak kalah menarik untuk disimak.

Dibagian sediaan farmasi diisi dengan beberapa artikel yang bisa menambah informasi dan pengetahuan terbaru terkait kefarmasian seperti "Obat Generik Pertama Anti Influenza Tamiflu Mulai Dijual di Pasaran Amerika" dan "Salep Eucrisa, Pilihan Terapi Baru Untuk Eksim Penghambat Enzim Phosphodiesterase"

Beberapa artikel di bidang regulasi mendapatkan banyak perhatian dari para pengunjung, seperti "Badan POM Klarifikasi 27 Produk yang Diduga Tidak Halal Karena Mengandung Babi" dan "11 Tanggapan PP IAI Terkait Keputusan MK Tentang Pengujian UU No.36 2014 Tentang Kesehatan".

Seperti biasanya di kategori R&D diisi dengan penemuan-penemuan terbaru di bidang obat, contohnya "Spinraza, Obat Pertama Penyakit Genetik Langka ‘Spinal Muscular Atrophy’" dan "Regulator Eropa Luncurkan Monoterapi Baru Untuk Kanker Leukemia Limfositik Kronis". 

Semoga bermanfaat!

Pimpinan redaksi,
Nasrul Wathoni, Ph.D., Apt