Edarkan Obat Palsu, Kemenkes Cabut Izin PBF dan Pergantian Apoteker PT. JKI

Farmasetika.com – Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementrian Kesehatan RI, Dra. Engko Sosialene Megdelene, M.Biomed, Apt., mencabut izin Pedagang Besar Farmasi (PBF) PT. Jaya Karunia Investindo yang beralamat di Jl. Kayu Putih IV, Blok B, No.4, Jakarta Timur pada 24 Juli 2019.

Keputusan nomor FP.01.04/IV/0996/2019 dikeluarkan Dirjen Kefarmasian dan Alkes atas dasar rekomendasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) dikarenakan PT. JKI melakukan pengadaan obat yang tidak jelas sumbernya, mendistribusikan sejumlah obat palsu dan memusnahkan dokumen pendistribusian obat tahun 2015-2018.

Dasar yang kedua, PT. JKI sudah tidak memenuhi persyaratan perundang-undangan yang berlaku sebagai PBF.

Selain mencabut izin PBF yang telah dituangkan dalam Keputusan Dirjen Kefarmasian dan Alkes sebelumnya pada tanggal 29 Juni 2016. Kemenkes juga memcabut surat keputusan persetujuan pergantian apoteker penanggung jawab PBF pada tanggal 1 November 2016.

Sumber :

Share this:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Baca :  Jangan Takut Konsumsi Susu Kental Manis

About farmasetika.com

Farmasetika.com (ISSN : 2528-0031) merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis dalam bentuk Majalah Farmasetika. Di situs ini merupakan edisi reguler. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Android Majalah Farmasetika, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Check Also

Ketibaan vaksin AstraZeneca di Bandar Udara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (08/03/2021) sore. (Foto: Biro Pers Setpres/Rusman)

Kadaluarsa 31 Mei, Kemenkes Imbau Segera Gunakan Vaksin AstraZeneca

Majalah Farmasetika – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menerbitkan Surat Edaran …

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.