Obiltoxaximab, Obat Baru sebagai Penawar Racun Anthrax

farmasetika.com – Obiltoxaximab (Anthim) merupakan antibiotic monoklonal yang dikembangkan oleh Elusys Therapeutics dan Badan Penelitian dan Pengembangan Biomedis Lanjutan Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS untuk pencegahan dan pengobatan antraks inhalasi karena Bacillus anthracis pada. Obiltoxaximab dirancang untuk menghambat efek mematikan racun anthrax 1.

Apa itu anthrax?

Anthrax adalah penyakit yang dapat menular yang sangat mematikan yang disebabkan oleh bakteri spora Bacillus Anthracis 2. Anthrax inhalasi adalah penyakit menular yang mengancam jiwa yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Sebagian besar morbiditas dan mortalitas antraks dapat dikaitkan dengan toksin antraks. Antraks yang dihirup seringkali berakibat fatal, walaupun telah diobati dengan antibiotik. Dalam serangan surat antraks tahun 2001, antraks inhalasi memiliki tingkat kematian sekitar 50% pada manusia yang terinfeksi, bahkan ketika korban diberikan antibiotik dan perawatan rumah sakit yang mendukung 3.

Anthim (Obiltoxaximab)

Anthim diformulasikan sebagai solusi dan merupakan satu-satunya anthrax anti-toksin dalam tahap lanjut pengembangan yang diteliti untuk pengobatan intravena (IV) dan pemberian profilaksis intramuskuler (IM). Pemberian IV sedang dievaluasi untuk pengobatan pasien yang telah mengalami infeksi dan yang menimbulkan gejala untuk penyakit antraks. Kemampuan untuk memberikan anti-toksin melalui injeksi IM dapat memberikan alternatif yang baik untuk injeksi IV dalam keadaan darurat di mana sumber daya medis dan personel mungkin terbatas atau ketika pemberian IV tidak memungkinkan 3.

Berat BadanTotal Volume Infus Infus Rate 
Lebih besar dari 40 kg atau dewasa (16 mg / kg)
Lebih dari 40 kg250 ml167 mL/jam
Lebih besar dari 15 kg hingga 40 kg (24 mg/kg)
31 to 40 kg250 ml167 ml / jam
16 kg to 30 kg100 ml67 ml/ jam

Dosis ANTHIM, Total Volume Infus dan Laju Infus berdasarkan Berat Badan 1

Obiltoxaximab menunjukkan disposisi yang mirip dengan antibodi monoklonal lainnya, dengan hampir tidak ada pembersihan pada ginjal. Sebagai antibodi monoklonal, produk ini diharapkan akan dikatabolisme menjadi peptida kecil dan asam amino oleh protease. Tim farmakologi klinis menentukan bahwa dosis efektif untuk manusia yang diusulkan 16 mg / kg IV diharapkan memberikan median Cmax dan median AUCinf yang sama setidaknya 2 kali lipat lebih tinggi daripada kelinci dan kera, berdasarkan simulasi yang telah dilakukan. Dosis 16 mg / kg dianggap dapat diterima karena dosis ini diharapkan dapat memberikan konsentrasi serum obiltoxaximab dua kali lipat lebih tinggi dari konsentrasi yang dibutuhkan untuk 99% netralisasi protective antigen (PA)4.

Pengunaan

ANTHIM hanya boleh digunakan untuk profilaksis ketika manfaatnya untuk pencegahan antraks inhalasi melebihi risiko hipersensitivitas dan anafilaksis. Keefektifan ANTHIM semata-mata didasarkan pada studi efikasi pada model hewan dari anthrax inhalasi. Ini tidak etis atau layak untuk melakukan uji klinis terkontrol dengan paparan yang disengaja manusia terhadap antraks.

Keamanan dan PK ANTHIM telah dipelajari pada sukarelawan sehat dewasa. Belum ada penelitian keamanan atau PK ANTHIM pada populasi anak. Pendekatan populasi PK digunakan untuk mendapatkan rejimen dosis infus intravena yang diprediksi diberikan pada pasien anak yang sebanding dengan yang diamati pada orang dewasa. ANTHIM mengikat komponen pelindung antigen (PA) dari B. anthracis toxin; tidak memiliki aktivitas antibakteri langsung. ANTHIM diharapkan tidak melewati sawar darah-otak dan tidak mencegah atau mengobati meningitis. ANTHIM harus digunakan dalam kombinasi dengan obat antibakteri yang tepat 1.

DAFTAR PUSTAKA

Heine, H.S., Shadomy, S.V., Boyer, A.E., Chuvala, L., Riggins, R., Kesterson, A., Myrick, J., Craig, J., Candela, M.G., Barr, J.R. and Hendricks, K., 2017. Evaluation of combination drug therapy for treatment of antibiotic-resistant inhalation anthrax in a murine model. Antimicrobial agents and chemotherapy61(9), pp.e00788-17.

Avril, A., 2017. Therapeutic Antibodies for Biodefense. In Recombinant Antibodies for Infectious Diseases (pp. 173-205). Springer, Cham.

Greig, S.L., 2016. Obiltoxaximab: first global approval. Drugs76(7), pp.823-830.

Thompson, A., 2015. Cross-discipline team leader review for sacubitril/valsartan (NDA 207620). Center for Drug Evaluation and Research12.

Penulis : Krysta Desela, Program Sarjana Farmasi, Universitas Padjadjaran

Share this:
  • 137
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    137
    Shares

About farmasetika.com

farmasetika.com
Farmasetika.com merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Tapatalk, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Check Also

Amisulpride, Obat Anti Mual Baru untuk Pasca Operasi

Majalah Farmasetika – Pada tanggal 26 Februari 2020, Food and Drug Administration (FDA) telah menyetui …

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.