Termasuk HerbaVid-19, BPOM Tegaskan Tak Ada Obat Herbal untuk COVID-19

Majalah Farmasetika – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan pernyataan resmi sehubungan dengan makin maraknya pemanfaatan produk herbal, khususnya produk yang disetujui klaim khasiat/manfaatnya untuk membantu memelihara daya tahan tubuh yang kemudian dikaitkan dengan upaya pencegahan dan pengobatan penyakit COVID-19

Baru-baru ini, obat herbal HerbaVid-19 saat ini telah memiliki Nomor Izin Edar (NIE) BPOM yang didaftarkan Satgas COVID-19 DPR RI. Namun, Herbavid-19 diklaim berkhasiat untuk mengobati COVID-19 setelah Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad sebagai salah seorang yang mengonsumsinya dan merasakan manfaatnya.

“NIE untuk produk HERBAVID–19 diterbitkan dengan klaim membantu memelihara daya tahan tubuh, pereda batuk, demam dan melegakan tenggorokan, serta penandaan yang harus memenuhi ketentuan peraturan yang berlaku.” Ujar Mayagustina Andarini, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), dikutip dari tribunews (30/4/2020).

“Obat herbal yang telah memiliki NIE Badan POM maka produk tersebut telah dilakukan evaluasi terhadap aspek keamanan, khasiat dan mutunya.” tulis sebuah pernyataan Badan POM (5/5/2020).

“Klaim khasiat suatu obat herbal harus dibuktikan, baik berdasarkan data empiris atau secara ilmiah melalui uji pra klinik dan uji klinik. Apabila suatu produk herbal terbukti berkhasiat untuk mengobati suatu penyakit, maka klaim khasiat tersebut akan tertera pada label/desain kemasan produk. Sampai saat ini Badan POM tidak pernah memberikan persetujuan klaim khasiat obat herbal yang dapat mengobati segala jenis penyakit, termasuk infeksi virus COVID-19.” lanjut pernyataan.

BPOM meminta masyarakat agar lebih hati-hati dan tidak mudah percaya iklan atau pernyataan seseorang yang menyatakan bahwa obat herbal ampuh mengobati COVID-19.

Selain itu, BPOM menghimbau agar masyarakat menggunakan produk herbal secara aman dan tepat dengan cara:

  1. Lakukan Cek KLIK, pastikan Kemasan dalam kondisi baik, baca seluruh informasi pada Labelnya, pastikan ada Izin edar dari BPOM, dan pastikan tidak melewati masa Kedaluwarsa.
  2. Konsultasi terlebih dahulu ke Dokter apabila memiliki riwayat penyakit tertentu.
  3. Perhatikan peringatan/perhatian yang tercantum pada label.
  4. Membaca dengan teliti aturan pakai produk.
Share this:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

About farmasetika.com

farmasetika.com
Farmasetika.com merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Tapatalk, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Check Also

BPOM Dukung Uji Klinik Obat Herbal untuk Tangani COVID-19

Majalah Farmasetika – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) siap memfasilitasi dan mendampingi para peneliti …

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.