Pemerintah Umumkan Biaya Tes Swab Mandiri COVID-19 Maksimal 900 Ribu Rupiah

Majalah Farmasetika – Kementrian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah menetapkan harga tertinggi dari tes swab mandiri adalah Rp. 900.000.

Hal ini disampaikan oleh Plt. Dirjen Pelayanan Kesehatan Prof. Dr. H. Abdul Kadir, PHD, Sp.THT-KL (K), MARS dalam konferensi press bersama Kemenkes dan BPKP (2/10/2020).

Abdul Kadir menegaskan bahwa penetapan batas tertinggi biaya pengambilan swab dan pemeriksaan RT-PCR merupakan jawaban pemerintah atas disparitas harga pemeriksaan swab di fasilitas pelayanan kesehatan. Penentuan batasan tarif ini mempertimbangkan kepentingan masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan sebagai penyelenggara.

“Persoalan kita adalah adanya disparitas harga, adanya harga yang tidak seragam terkait dengan harga pemeriksaan yang ada. Untuk itulah penetapan batas tertinggi biaya pengambilan swab dan pemeriksaan RT-PCR mandiri” tegas Prof Kadir

Penetapan biaya pengambilan swab dan pemeriksaan RT-PCR melalui pembahasan bersama antara Kementerian Kesehatan dengan BPKP berdasarkan hasil survey dan analisa pada fasilitas pelayanan kesehatan.

Adapun batasan tarif ini akan berlaku setelah diterbitkan Surat Edaran Menteri Kesehatan setelah sosialisasi hari ini antara BPKP dan Kemenkes.

“tarif diberlakukan setelah diterbitkannya surat edaran Menteri Kesehatan” tambah Prof Kadir

Sebagai acuan, komponen biaya terdiri atas jasa layanan SDM yang Terdiri atas Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik/Patologi Klinik, Tenaga ekstraksi, tenaga pengambilan sampel dan ATLM; bahan habis Pakai termasuk di dalamnya APD level 3; reagen untuk ekstraksi dan PCR; serta overhead mulai dari pemakaian listrik hingga pengelolaan limbah.

Senada dengan kementerian Kesehatan, Deputi Kepala BPKP Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Polhukam PMK, Iwan Taufiq Purwanto, S.E., MBA menyatakan bahwa penetapan batasan ini untuk memberi kepastian kepada masyarakat dan BPKP siap mengawal dalam proses implementasinya

Baca :  ISMAFARSI Minta PP IAI Himbau Apoteker Tak Berikan Chloroquine Secara Bebas

“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat melalui pemberian kepastian bagi masyarakat yang ingin melaksanakan swab test mandiri.” jelas Iwan

Kementerian Kesehatan meminta peran aktif Dinas Kesehatan dalam melakukan proses pengawasan dalam pemberlakuan harga pengambilan swab di fasilitas pelayanan kesehatan.

“Kami meminta kepada semua dinas kesehatan provinsi/kabupaten/kota melakukan pengawasan terhadap fasilitas pelayanan kesehatan dalam pemberlakuan harga pengambilan swab dan pemeriksaan RT-PCR, “ terang Prof Kadir

Sebagai tindak lanjut, saat ini sedang berproses penyusunan Surat Edaran dimaksud.

Sumber : Pemerintah Tetapkan Batas Tertinggi Biaya Pemeriksaan Swab Mandiri Rp. 900.000 http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20201002/0535213/pemerintah-tetapkan-batas-tertinggi-biaya-pemeriksaan-swab-mandiri-rp-900-000/

Share this:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

About farmasetika.com

Farmasetika.com (ISSN : 2528-0031) merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis dalam bentuk Majalah Farmasetika. Di situs ini merupakan edisi reguler. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Android Majalah Farmasetika, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Check Also

UU Praktik Kefarmasian Pertegas Cakupan Layanan Praktik Apoteker di Masyarakat

Majalah Farmasetika – Cakupan peran praktik kefarmasian mencakup aspek yang sangat luas dan unik karena …

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.