Apakah Robot Pillo Bisa Mengancam Keberadaan Apoteker di Masa Depan?

Majalah Farmasetika (V1N5-Juli 2016). Apoteker harus bisa mengikuti perkembangan teknologi digital yang terus melesat cepat. Jika tidak mengikutinya, bisa saja sebuah produk teknologi terbaru berbentuk robot yang bisa menggantikan peranan apoteker sebagai penasehat kesehatan pribadi setiap anggota keluarga di rumah.

Salah satu teknologi robot yang bisa melakukannya adalah Pillo (Pillo Health), tergambar dalam sebuah video singkat dimana menampilkan kecerdasan robot Pillo yang mampu mengenali wajah untuk memberikan obat yang disimpan ditubuhnya dan tampaknya juga secara otomatis menyusun ulang obat sebelum habis. Dengan kata lain, robot ini bisa dispensing obat.

Menurut situs kampanye penggalangan dana Indiegogo, Pillo dapat menjawab setiap masalah kesehatan anggota keluarga dan pertanyaan kesehatan, menghubungkan langsung dengan profesional kesehatan, dan aman mengelola vitamin dan obat-obatan; menyimpan, mengeluarkan, dan bahkan memesan kembali obat ketika membutuhkannya.

Pillo Health diklaim sebagai robot yang dapat terhubung ke smartphone pengguna, menyimpan hingga 250 pil pada satu waktu, mengadakan pembicaraan dengan pemiliknya, dan akan belajar dari waktu ke waktu.

Halaman Indiegogo mengatakan perusahaan saat ini dalam diskusi dengan mitra farmasi untuk membuat produk proto type untuk dipasarkan. Sehingga, di masa depan pengguna dapat hanya memasukkan obat-obatan baru ke Pillo setiap kali Anda perlu mengisi ulang (setiap 2-4 minggu).”

Perusaahan yang berminat untuk mengembangkan teknologi ini dapat memesan Pillo mulai dari sekarang, dan kemungkinan hanya akan tersedia untuk digunakan secara luas pada tahun depan.

Menurut Alan Polnariev, PharmD, MS, konsultan farmasi di the National Association of Boards of Pharmacy and Institute for Safe Medication Practices, robot ini akan memberikan implikasi positif dan negatif dari kemampuan dispensing obat dan pemesananan otomatis. Populasi pasien tertentu yang memiliki pengetahuan cukup dalam perawatan kesehatan mungkin dapat sangat menguntungkan dari teknologi ini. Tapi bagaimana hal itu akan mempengaruhi peran apoteker masyarakat? Apakah Robot Pillo Bisa Mengancam Keberadaan Apoteker di Masa Depan?

Sumber : http://www.pharmacytimes.com/contributor/alan-polnariev-pharmd-ms-cgp/2016/07/new-advancement-in-automated-medication-dispensing-and-ordering

Share this:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

About Nasrul Wathoni

Nasrul Wathoni
Nasrul Wathoni, Ph.D., Apt. Pada tahun 2004 lulus sebagai Sarjana Farmasi dari Universitas Padjadjaran. Gelar profesi apoteker didapat dari Universitas Padjadjaran dan Master Farmasetika dari Institut Teknologi Bandung. Gelar Ph.D. di bidang Farmasetika diperoleh dari Kumamoto University pada tahun 2017. Saat ini bekerja sebagai dosen dan peneliti di Departemen Farmasetika, Farmasi Unpad.

Check Also

COVID-19 Menular Lewat Udara, Perhimpunan Dokter Paru Berikan 6 Himbauan

Majalah Farmasetika – Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengakui temuan para ilmuan terkait penularan COVID-19 …

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.