osteoporosis
pic : freedigitalpictures.net (ilustrasi)

Obat Osteoporosis Berpotensi Membuat Tulang Lebih Rapuh Dalam Jangka Panjang

farmasetika.com – Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di Imperial College London telah menemukan bahwa obat yang digunakan untuk mengobati osteoporosis yang menderita kelemahan tulang (weakened bones) sebenarnya berpotensi menyebabkan kerusakan lebih lanjut.

Penggunaan jangka panjang obat osteoporosis ditemukan dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk mengganti tulang lama dengan yang lebih baru dimana memiliki jaringan lebih kuat.

Bifosfonat dan osteoporosis

Penelitian ini dilakukan setelah mengamati pasien yang telah mengkonsumsi bifosfonat (bisphosphonates), pengobatan utama untuk osteoporosis untuk terapi fraktur tulang. Para peneliti mengadakan penelitian skala kecil yang hanya melibatkan 16 pasien.

Osteoporosis adalah hilangnya kepadatan tulang dan biasanya mempengaruhi orang-orang di atas 65 tahun. Tubuh terus membangun kembali struktur tulang tetapi, pada mereka dengan osteoporosis, kerusakan tulang yang lebih tua terjadi terlalu cepat, menyebabkan hilangnya kepadatan tulang. Bifosfonat memperlambat proses kerusakan tulang dan mampu meningkatkan kepadatan.

Penelitian temukan efek samping bifosfonat jangka panjang

Penelitian ini menggunakan sinar-X di cincin akselerator partikel pada Diamond Light Source, yang biasanya digunakan untuk mencari petunjuk untuk rekayasa atau masalah lingkungan. X-ray mengungkapkan bahwa tulang pasien yang telah mengambil bifosfonat ditemukan menjadi 33% lebih lemah dari mereka yang telah menderita fraktur tulang tapi tidak mengkonsumsi obat.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa, di sejumlah kecil pasien, bifosfonat bukan melindungi terhadap patah tulang bifosfonat, tetapi mungkin sebenarnya dapat membuat tulang lebih rapuh. Kita sekarang sangat membutuhkan penelitian yang lebih besar untuk mengkonfirmasi temuan ini.. ” Ujar Dr Richard Abel, penulis utama penelitian yang dipublikasikan di Scientific Report.

Keretakan micro (micro-crack) di dalam sampel tulang dari pasien yang diobati dengan bifosfonat (Pic : property of imperial.ac.uk)

Ini adalah titik kunci, seperti yang disebutkan sebelumnya, studi ini terlalu kecil untuk mengubah metode pengobatan tetapi tidak menimbulkan pertanyaan penting dan dimungkinkan untuk melakukan penelitian berikutnya lebih cepat.

Baca :  Antibiotik Kuinolon dan Fluorokuinolon Bisa Dilarang di Eropa Karena Efek Samping Serius

Dia menambahkan bahwa penelitian lebih lanjut juga akan memberikan wawasan kapan waktu jangka panjang yang ideal untuk meresepkan obat.

“Mungkin ada titik waktu penting untuk mengatasi celah di tulang yang bisa dicegah, dan micro-crack mulai terbentuk. Jika kita dapat menemukan ini, kita mungkin dapat memastikan bifosfonat memberikan perlindungan maksimal terhadap patah tulang dengan personalisasi durasi pengobatan.” lanjutnya

“Berikutnya kita mungkin perlu untuk mengembangkan terapi lain yang mengobati osteoporosis dengan membangun tulang baru daripada memperlambat kerusakan tulang yang sudah tua” tutupnya.

 

Sumber :

  1. Long-term effects of bisphosphonate therapy: perforations, microcracks and mechanical properties. https://spiral.imperial.ac.uk:8443/handle/10044/1/44172 (diakses 3 Maret 2017)
  2. Drug used to treat weak bones associated with micro-cracks. http://www3.imperial.ac.uk/newsandeventspggrp/imperialcollege/newssummary/news_28-2-2017-13-6-7 (diakses 3 Maret 2017)
  3. Scientists at Harwell’s Diamond Light Source have discovered that bisphosphonate drugs used to treat osteoporosis may be damaging bones. http://www.oxfordtimes.co.uk/news/15124958.Osteoporosis_drugs_may_be_damaging_bones/ (diakses 3 Maret 2017)
  4. Osteoporosis drugs potentially causing long-term bone weakness.  http://www.pharmafile.com/news/513466/osteoporosis-drugs-potentially-causing-long-term-bone-weakness (diakses 3 Maret 2017)
Share this:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

About farmasetika.com

Farmasetika.com (ISSN : 2528-0031) merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis dalam bentuk Majalah Farmasetika. Di situs ini merupakan edisi reguler. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Android Majalah Farmasetika, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Check Also

Studi Buktikan Mutasi Virus Corona Tak Sebabkan COVID-19 Lebih Parah Tapi Cepat Menular

Majalah Farmasetika – Sebuah studi besar menunjukkan bahwa varian virus korona baru yang mungkin lebih …

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.