Mengenal Penyalutan Tablet dan Pengaruhnya Terhadap Stabilitas Obat

Majalah Farmasetika – Sediaan tablet merupakan suatu bentuk sediaan padat yang dikonsumsi secara oral dan paling umum digunakan. Sediaan tablet biasanya mengandung zat aktif dengan atau tanpa eksipien. Salah satu eksipien yang dapat mempengaruhi stabilitas dari sediaan tablet adalah penyalut. Selain untuk memperbaiki sifat fisik tablet, penyalutan juga terbukti dapat memperbaiki stabilitas tablet dengan berbagai macam jenis dan tujuan penyalutan yang berbeda. Penyalutan umumnya melindungi obat agar tidak bertemu dengan faktor-faktor yang dapat mendegradasi obat sebelum dapat memberikan efek terapi.

Pendahuluan

Sediaan tablet merupakan suatu bentuk sediaan padat yang dikonsumsi secara oral dan paling umum digunakan di tengah masyarakat karena penggunaannya yang mudah. Sediaan tablet biasanya mengandung zat aktif dengan atau tanpa eksipien. Eksipien yang umum digunakan untuk tablet sendiri diantaranya adalah pengisi, pengikat, desintegran, pengawet, antioksidan, glidan, penyalut, dan lain-lain. Salah satu eksipien yang dapat mempengaruhi stabilitas dari sediaan tablet adalah penyalut. Penyalutan dapat dilakukan dengan berbagai tujuan, mulai dari memperbaiki sifat fisik tablet hingga memperbaiki stabilitas tablet. Penyalutan tablet telah menjadi upaya pengembangan yang bertujuan untuk memastikan dan meningkatkan kualitas produk akhir.

Faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas obat

Stabilitas suatu sediaan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah:

  1. Faktor obat, misalnya ukuran partikel obat, pH sediaan, serta sifat fisika-kimia dari bahan yang digunakan.
  2. Faktor lingkungan, misalnya suhu, cahaya, kelembaban, oksigen, dan karbondioksida.

Pengertian dan tujuan penyalutan

Penyalutan merupakan suatu proses pelapisan pada bagian dari sediaan tablet dapat menggunakan polimer atau lapisan tipis film yang dilakukan dengan berbagai tujuan. Adapun tujuan dari penyalutan diantaranya adalah memperbaiki penampilan tablet, melindungi zat aktif dari udara, kelembaban, atau cahaya, menutupi rasa dan bau yang tidak enak, serta untuk mengatur waktu waktu atau tempat pelepasan zat aktif dari tablet. Proses penyalutan melibatkan pemasukan dan pengeringan formulasi pada lapisan secara konsisten ke permukaan obat sehingga membentuk penyalut yang seragam. Proses penyalutan yang kurang berkembang dapat menyebabkan berbagai kerusakan pada tablet seperti chipping, erosi, pelintiran, variasi warna dari tablet ke tablet, kelarutan yang rendah, estetika dan stabilitas produk.

Jenis-jenis penyalutan tablet

Terdapat beberapa jenis penyalutan yang dapat digunakan untuk menyalut sediaan tablet, yaitu:

1. Salut gula

Tablet salut gula dmaksudkan untuk menutupi rasa yang pahit atau tidak enak. Rasa yang tidak enak ini ditutupi dengan lapisan gula pada tablet. Tablet salut gula biasanya menggunakan bahan polisakarida atau sukrosa.

Baca :  Mengenal Stabilitas Vaksin COVID-19

2. Salut film

Tablet salut film umumnya digunakan dengan tujuan memperbaiki penampilan dari sediaan tablet, biasanya untuk tablet dengan bahan-bahan herbal yang memiliki penampilan kurang menarik. Tablet salut film biasanya menggunakan bahan selulosa sebagai film pelapisnya yang bisa juga diberi warna sesuai kebutuhan. Warna yang diberikan ini juga dapat menjadi identitas dari suatu obat atau perusahaan tertentu. Penyalutan dengan lapisan film umumnya memiliki waktu produksi yang lebih singkat daripada penyalutan dengan gula.

3. Salut gelatin

Gelatin merupakan suatu protein bertekstur kenyal dan elastis yang didapatkan dari kolagen hidrolisis partial. Gelatin bisa didapatkan dari hewan mauppun tanaman. Salut gelatin sendiri biasa digunakan pada sediaan yang memiliki bahan cair agar dapat menjaga cairan di dalamnya.

4. Salut enterik

Salut enteric merupakan suatu lapisan selaput yang dibuat dengan bahan yang tidak mudah hancur oleh asam lambung. Karena tujuan penyalutannya adalah melindungi zat dari asam lambung, tablet dengan salut enteric tidak boleh dikonsumsi dengan dikunyah ataupun digerus terlebih dahulu.

5. Salut terkompresi

Tablet salut terkompresi biasanya dibuat dengan butiran-butiran kecil (granul) yang dikompresi. Tujuan penyalutan jenis ini adalah untuk mengatur waktu hancur dan pelepasan obat agar tidak hancur bersamaan sehingga obat dapat diserap secara sedikit demi sedikit.

Pengaruh penyalutan terhadap stabilitas

Seperti yang disampaikan sebelumnya, bahwa stabilitas suatu obat dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, misalnya kelembaban, pH, cahaya, dan lainnya. Selain dapat memperbaiki presensi fisik sediaan, penyalutan dapat menjadi salah satu solusi yang diaplikasikan dalam mempertahankan hingga meningkatkan stabilitas suatu sediaan obat tablet. Penyalutan dapat melindungi bahan aktif dari berbagai macam degradasi yang mungkin dapat terjadi.

Misalnya, pada bahan aktif yang bersifat sensitif pada asam. Jika bahan aktif tersebut diformulasikan dalam bentuk tablet biasa, besar kemungkinan obat akan terdegradasi terlebih dahulu ketika dikonsumsi dan sampai ke lambung sebelum dapat memberikan efek terapi. Hal ini dapat menyebabkan berkurangnya efektifitas atau loss in potency dari obat tersebut sehingga target pengobatan tidak tercapai. Maka dari itu dapat digunakan penyalutan tablet dengan salut enteric agar tidak terdegradasi oleh asam lambung karena salut enterik berasal dari bahan yang tahan asam lambung.

Selain itu, penyalutan juga dapat meningkatkan stabilitas dari bahan yang bersifat higroskopis. Bahan higroskopis dapat menyerap air dan kelembaban sehingga obat akan rusak karena hidrolisis dan kehilangan potensinya. Salah satu contoh bahan penyalut yang dapat melindungi bahan higroskopis adalah hidroksipropilmetil selulosa (HPMC). Penyalutan dengan HPMC dapat mengurangi penyerapan kelembaban pada tablet dengan bahan aktif bersifat higroskopis.

Baca :  Kecepatan Laju Reaksi Pengaruhi Stabilitas Obat, Catat 5 Penyebabnya!

Pertimbangan dalam pemilihan bahan penyalut

Pemilihan bahan yang akan digunakan pada proses penyalutan harus didasarkan pada tujuan penyalutan tablet itu sendiri. Pada obat dengan bahan aktif yang sensitif terhadap air atau higroskopis, stabilitasnya dapat ditingkatkan dengan pemilihan lapisan film yang sesuai yang dapat menurunkan permeabilitas kelembaban, seperti HPMC. Sementara pada obat dengan bahan aktif yang bersifat fotosensitif, stabilitasnya dapat ditingkatkan dengan memilih formulasi lapisan film dengan bahan opasifikasi, seperti titanium dioksida.

Meskipun bertujuan melindungi bahan aktif dari obat, penyalut harus tetap dapat hancur ketika sudah mencapai waktu tertentu. Tablet salut gula dan salut non enterik harus hancur dalam waktu 30 menit. Sementara untuk salut enteric tidak boleh hancur dalam waktu 60 menit dan harus dapat segera hancur di medium basa. Hal ini juga dapat menjadi pertimbangan dalam memilih bahan dan formulasi dari penyalut.

Hal lain yang juga penting untuk menjadi pertimbangan adalah kompatibilitas antara penyalut dengan bahan aktif maupun eksipien lainnya. Jika terjadi reaksi yang merugikan, sebaiknya dipilih bahan penyalut lain yang lebih kompatibel. Karena tentu saja, apabila terjadi reaksi antara bahan-bahan dalam sediaan, terdapat kemungkinan terjadinya degradasi hingga loss of potency dan mempengaruhi stabilitas dari suatu obat tersebut.

Kesimpulan

Penyalutan dapat meningkatkan kualitas dari suatu produk dengan meningkatkan stabilitasnya. Penyalutan dapat dilakukan dengan berbagai tujuan penggunaan yang berbeda namun tetap melindungi obat dari degradasi. Dalam pemilihan penyalutpun perlu disesuaikan dengan tujuan dari penyalutan serta kompatibilitasnya dengan bahan lain dalam obat tersebut agar dapat menjaga stabilitas secara optimal.

Referensi

Anwar, Effionora. 2012. Eksipien dalam Sediaan Farmasi. Jakarta: Dian Rakyat

Bechard, S., Quraishi, O., dan Kwong, E. 1992. Film coating: effect of titanium dioxide concentration and film thickness on the photostability of nifedipine. Int J Pharm. Vol. 87(1–3):133–139.

Islam, S.A., Hossain, M.A., Kabir ,A.H., Kabir, S., dan Hossain, M.K. 2008. Study of moisture absorption by ranitidine hydrochloride: effect of % RH, excipients, dosage forms and packing materials. Dhaka University Journal of Pharmaceutical Sciences. Vol. 7(1):59-64

Nayak, B.K., P. Elchidana & P. K. Sahu. 2017. A Quality By Design Approach For Coating Process Parameter Optimization. Indian J Pharm Sci. Vol. 79(3):345-352

Rimjhim, A., Singh, R.K., dan Meenakshi, B. 2019. An Overview on Tablet Coting. Asian Journal of Pharmaceutical Research and Development. Vol. 7(4): 89-92

Syamsuni, H. 2006. Farmasetika Dasar dan Hitungan Farmasi. Jakarta: EGC

Waterman, K.C. dan MacDonald, B.C. 2010. Package selection for moisture protection for solid, oral drug products. J Pharm Sci. Vol. 99 (11):4437–4452.

Share this:

About Chairani Putri

Chairani Putri Susanti, biasa dipanggil Putri. Seorang mahasiswa angkatan 2019 Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran. Saat ini berdomisili di Kota Bandung, Jawa Barat.

Check Also

Dosis Insulin Tinggi Dapat Tingkatkan Risiko Kanker pada Pasien Diabetes Tipe 1

Majalah Farmasetika – Untuk pasien dengan diabetes tipe 1, dosis insulin yang lebih tinggi dapat …

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.