apoteker
pic : xpharmacylaw.com

Apoteker Harus Informasikan HET dan Obat Generik dari Obat yang Diresepkan

Majalah Farmasetika (V1N7-September 2016). Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes/PMK) Nomor 98 Tahun 2015 tentang “Pemberian Informasi Harga Eceran Tertinggi (HET) Obat” yang mencabut “Kepmenkes 069/Menkes/SK/II/2006” pada 6 Januari 2016 telah resmi diberlakukan.

Ada beberapa poin dalam Permenkes ini yang perlu diketahui oleh tenaga kesehatan khususnya apoteker. Diantaranya bahwa Apoteker wajib menginformasikan HET dan obat lainnya terutama obat generik yang sama kekuatannya dengan obat yang diresepkan kepada pasien.

Dalam ketentuan umum dijelaskan sebagai berikut :

  1. Harga Eceran Tertinggi adalah harga jual tertinggi obat di apotek, toko obat dan instalasi farmasi rumah sakit/klinik.
  2. Katalog Elektronik (e-catalogue) adalah sistem informasi elektronik yang memuat daftar, jenis, spesifikasi teknis, dan harga barang tertentu dari berbagai penyedia barang/jasa pemerintah.
  3. Harga Netto Apotek adalah harga jual termasuk pajak pertambahan nilai (PPN) dari Pedagang Besar Farmasi (PBF) kepada apotek, toko obat dan instalasi farmasi rumah sakit/klinik.

Pengaturan pemberian informasi HET ini dimaksudkan agar memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai HET atau harga obat yang diberikan kepada masyarakat.

Poin penting lainnya terkait kewajiban Industri Farmasi dan Katalog Elektronik :

  1. Industri Farmasi wajib memberikan informasi HET dengan mencantumkan pada label obat.
  2. Informasi HET berupa nilai nominal dalam bentuk satuan rupiah hanya untuk Obat Generik yang belum terdapat dalam Katalog Elektronik (e-catalogue) dan obat selain Obat Generik.
  3. Informasi HET dapat berupa nilai nominal dalam bentuk satuan rupiah atau formula HET.
  4. Informasi HET berupa formula HET hanya untuk Obat Generik yang terdapat dalam Katalog Elektronik (e-catalogue).
  5. Industri farmasi yang telah mencantumkan HET pada label obat berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 069/Menkes/SK/II/2006 tentang Pencantuman Harga Eceran Tertinggi (HET) pada Label Obat dinyatakan tetap berlaku.
  6. Industri farmasi dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun wajib menyesuaikan dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri ini.
Baca :  Menkes Kembali Ubah Golongan Narkotika, Permenkes No 44 Tahun 2019

Pemberian informasi HET pada layanan kefarmasian diatur sebagai berikut :

  1. Apotek, toko obat, dan instalasi farmasi rumah sakit/klinik hanya dapat menjual obat dengan harga yang sama atau lebih rendah dari HET
  2. Apotek, toko obat, dan instalasi farmasi rumah sakit/klinik dapat menjual obat dengan harga lebih tinggi dari HET apabila harga yang tercantum pada label sudah tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  3. Dalam hal apotek, toko obat, dan instalasi farmasi rumah sakit/klinik menjual obat dengan harga lebih tinggi dari HET maka apotek, toko obat, dan instalasi farmasi rumah sakit/klinik harus memberikan penjelasan kepada masyarakat.
  4. Apoteker pada apotek atau instalasi farmasi rumah sakit/klinik pada saat memberikan pelayanan obat atas resep dokter wajib memberikan informasi HET obat kepada pasien atau Keluarga Pasien.
  5. Apoteker harus menginformasikan obat lain terutama obat generik yang memiliki komponen aktif dengan kekuatan yang sama dengan obat yang diresepkan yang tersedia pada apotek atau instalasi farmasi rumah sakit/klinik pada pasien atau keluarga pasien.

Selengkapnya download/unggah Permenkes No.98 Tahun 2015

Loader Loading...
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab

Download [2.22 MB]

Share this:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

About farmasetika.com

Farmasetika.com (ISSN : 2528-0031) merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis dalam bentuk Majalah Farmasetika. Di situs ini merupakan edisi reguler. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Android Majalah Farmasetika, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Check Also

FDA Hentikan Izin Darurat Antibodi Monoklonal Bamlanivimab untuk COVID-19 Penggunaan Sendiri

Majalah Farmasetika – Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat (AS) kemarin (16/4/2021) mencabut …

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.