BPOM : Deksametason Obat Keras, Bukan Untuk Mencegah COVID-19, Dilarang Beli Online!

Majalah Farmasetika – Hasil penelitian awal dari University of Oxford menemukan bahwa obat deksametason yang populer sebagai “obat dewa” di masyarakat, menunjukan kemampuan untuk menyelamatkan nyawa pasien COVID-19 pada kondisi tertentu.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia tidak tinggal diam dan mengeluarkan rilis terkait hasil penelitian obat deksametason terhadap pasien COVID-19.

BPOM tegaskan melalui situs resminya (18/6/2020) bahwa saat ini belum terdapat obat yang spesifik untuk COVID-19, walaupun beberapa obat telah dipergunakan untuk penanganan COVID-19 sebagai obat uji.

“Hasil penelitian Universitas Oxford terkait penggunaan Deksametason  menunjukkan penurunan kematian hanya pada kasus pasien COVID-19 yang berat yang menggunakan ventilator (alat bantu pernapasan) atau memerlukan bantuan oksigen. Obat ini tidak bermanfaat untuk kasus COVID-19 ringan dan sedang atau yang tidak dirawat di rumah sakit.” tertulis dalam sebuah pernyataan.  

Deksametason adalah golongan steroid merupakan obat keras yang terdaftar di Badan POM RI dimana pembeliannya harus dengan resep dokter dan penggunaannya dibawah pengawasan dokter. Deksametason tidak dapat digunakan untuk pencegahan COVID-19.

“Deksametason yang digunakan tanpa indikasi medis dan tanpa resep dokter  yang digunakan dalam jangka waktu panjang dapat mengakibatkan efek samping menurunkan daya tahan tubuh, meningkatkan tekanan darah, diabetes, moon face dan masking effect serta efek samping lainnya yang berbahaya.” lanjut rilisnya.

BPOM RI terus memantau dan menindaklanjuti hasil lebih lanjut terkait penelitian ini  serta informasi terkait penggunan obat untuk penanganan COVID-19 dengan melakukan komunikasi dengan profesi kesehatan terkait  seperti WHO dan Badan Otoritas Obat negara lain.

BPOM RI meminta kepada masyarakat agar tidak membeli obat deksametason dan steroid lainnya secara bebas tanpa resep dokter termasuk membeli melalui platform online. Untuk penjualan obat deksametason dan steroid lainnya, termasuk melalui online tanpa ada resep dokter dapat dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sumber : PENJELASAN BADAN POM RI TENTANG INFORMASI PENGGUNAAN DEKSAMETASON PADA PENYAKIT NEW CORONA VIRUS 2019 (COVID-19). https://www.pom.go.id/new/view/more/klarifikasi/117/PENJELASAN-BADAN-POM-RI-TENTANG–INFORMASI-PENGGUNAAN-DEKSAMETASON–PADA-PENYAKIT-NEW-CORONA-VIRUS-2019–COVID-19-.html

Share this:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

About farmasetika.com

farmasetika.com
Farmasetika.com merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Tapatalk, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Check Also

Bahayakan Kesehatan, BPOM Rilis Public Warning Daftar Obat Tradisional, Suplemen, Kosmetik Mengandung BKO

Majalah Farmasetika – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan public warning terkait Obat Tradisional, …

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.