Depresi Karena Pandemi? Berikut Daftar Aplikasi Pengukur Tingkat Stress

Majalah Farmasetika – Populasi dunia saat ini di dominasi oleh usiaremaja. Dari 7,2 milyar penduduk, 3 milyar (42%)berusia <25 tahun dan 1,2 milyar diantaranya berusia10-19 tahun (WHO, 2018). Kategori rentang usia remaja menurut BKKBN,yaitu 10-24 tahun. Remaja memegang peranan penting di masadepan. Sehingga, kesehatan untuk membentuk remaja yangberkualitas saat ini harus menjadi prioritas demipersiapan masa yang akan datang.

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak ke dewasa. Individu berusaha independen, menjalin hubungan baru, mengembangkan ketrampilan sosial, dan perilaku yang akan berpengaruh pada masa depan mereka (WHO, 2018).

Masa remaja merupakan masa kritis dalam pertumbuhan dan perkembangan yang disertai berbagai perubahan fisik, psikologis, dan emosional yang mendalam (WHO, 2016). Perubahan tersebut menuntut penyesuaian diri yang dapat menjadi tekanan bahkan menyebabkan stress bagi individu (Mochtar, 2015). Prevalensi stress pada remaja cenderung meningkat. Sekitar 30% remaja melaporkan sedih atau tertekan hingga mengganggu kegiatan sehari-hari mereka.

Stres adalah respon adaptasi nonspesifik tubuh terhadap tekanan. Stres menjadi variabel utama munculnya masalah sosial dan kesehatan. Stres berkelanjutan berdampak pada masalah kesehatan jiwa seperti: depresi, ansietas, penggunaan zat terlarang, vandalisme, putus sekolah, bahkan tindakan bunuh diri. Tingkat bunuh diri meningkat hingga 60% sebagai penyebab ketiga kematian remaja di dunia.

Tahun 2019, merupakan tahun yang sangat sulit dilalui semua kalangan, dikarenakan adanya virus baru yang mendunia hingga saat ini. Pada Maret 2020, virus ini dikabarkan masuk ke Indonesia. Sejak saat itu, pemerintah pusat maupun daerah membuat kebijakan-kebijakan untuk menanggulangi penyebaran Covid-19. Salah satunya yaitu dengan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB).

Dampak negatif dari adanya Pandemi Covid-19 terhadap individu adalah menyebabkan krisis psikologis, menyebabkan perubahan psikologis yang dipicu oleh ketakutan, depresi, kecemasan dan perasaan insecure. Terlebih bagi para remaja yang berada dalam jenjang sekolah yang secara tiba-tiba diadakan secara online dirumah tanpa ada izin keluar rumah untuk bersosialisasi. Serta remaja kantoran yang merasa terbebani dengan pekerjaan yang hanya boleh didiskusikan secara online.

Pandemi Covid-19 yang diikuti kebijakan dengan berbagai aktivitas, menjadi salah satu penyebab rentan mengalami gangguan. Pada masa remaja, kebutuhan interaksi untuk saling berbagi atau melakukan kegiatan bersama merupakan kebutuhan, tapi hal itu pun dibatasi. Padahal kegiatan bersama menjadi faktor dalam membentuk kesehatan mental remaja seperti peningkatan dan pertumbuhan, ingatan terhadap suatu obyek, kemampuan untuk menilai realitas secara tepat, dan hati nurani belum berkembang.

Baca :  Efektif 79%, China Setujui Vaksin COVID-19 Sinopharm

Kebijakan penanggulangan penyebaran Covid-19 di Indonesia mungkin memicu kecemasan (gangguan kecemasan), depresi, dan stres di masyarakat. Hal lain yang bisa memicu kecemasan, depresi dan stres pada masyarakat di saat pandemi adalah hoax atau berita bohong. Penyebaran informasi tidak benar atau hoax serta asumsi-asumsi adanya teori korupsi juga dapat meningkatkan kondisi kesehatan mental. Dari hasil penelitian yang dilakukan terkait permasalahan kesehatan jiwa selama pandemi Covid-19 di Indonesia, ditemukan beberapa gambaran yang patut diwaspadai.

Dari 2.364 responden yang diteliti, 67 persen di antaranya mengalami depresi, 68 persen mengalami kecemasan, dan 77 persen mengaku mengalami trauma psikologis. Jika pada kelompok remaja, kerentanan saat pandemi terjadi karena masa pengembangannya terjadi hambatan untuk bersosialisasi.

Kesehatan mental ini semakin menjadi tantangan tersendiri ketika berada di dalam rumah, ruang gerak terbatas, dan tidak terdapat banyak pilihan sarana untuk menyalurkan stress. Hiburan yang paling memungkinkan adalah berselancar di dunia digital terutama pada sosial media. Berdasarkan hasil observasi penulis, pola konsumsi penggunaan media digital jauh lebih meningkat dari sebelumnya. Pemanfaatan penggunaan sosial media pada remaja dapat mengukur serta meminimalisir tingkat stres melalui aplikasi-aplikasi.

Aplikasi kesehatan mental untuk menjaga gejala depresi dan kecemasan :

  1. Riliv

Aplikasi yang memfasilitasi penggunanya untuk berkonsultasi masalah pribadinya secara gratis kepada psikolog profesional atau mahasiswa psikologi. Psikolognya sendiri terdiri dari enam psikolog profesional dan 50 mahasiswa psikolog yang berasal dari Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, serta Universitas Negeri Surabaya. Relawan mahasiswa psikolog yang terdaftar di aplikasi ini lebih berfungsi sebagai teman pendengar curhat, bukannya pemberi solusi masalah. Aplikasi ini dapat diunduh pada Google Play Store.

  1. Operation reach Out

Operation Reach Out pada awalnya dikembangkan oleh Amerika Serikat sebagai platform untuk menangani kasus depresi. Aplikasi gratis yang bertindak sebagai alat intervensi ini membantu orang-orang yang memiliki pemikiran bunuh diri atau rentan melakukan percobaan bunuh diri untuk mendapatkan bantuan sesegera mungkin. dilengkapi dengan fitur GPS yang dapat memberi tahu posisi serta video-video yang bisa membantu membuat tenang dan kembali fokus. Aplikasi ini dapat diunduh pada Android dan iOS.

  1. SAM

Self-help Anxiety Management(SAM). Pada mulanya dikembangkan oleh tim psikolog dan pakar komputer dari University of West England untuk menciptakan sumber daya kesehatan mental yang menarik dan praktis. Aplikasi yang dirancang untuk membantu orang mengelola kecemasan, dapat merekam tingkat kecemasan dan mengidentifikasi pemicu stres dan kecemasan yang berbeda. Aplikasi dapat diunduh pada Google Play store dan Appstore.

  1. Mood Tools

Dirancang bekerja sama dengan tenaga profesional di bidang kesehatan mental, Mood Tools adalah aplikasi gratis yang dikembangkan untuk membantu penggunanya mengidentifikasi gejala episode manik atau depresi serta kuesioner untuk melacak tingkat keparahan suasana hati Anda dari waktu ke waktu.

Baca :  COVID-19 Menular Lewat Udara, Perhimpunan Dokter Paru Berikan 6 Himbauan

Mood Tools juga dilengkapi oleh fitur diary, aktivitas khusus untuk Anda lakukan yang didasarkan terapi CBT, dan juga perpustakaan video untuk meningkatkan mood dengan meditasi hingga penyemangat batin dari TED Talks. Dapat diunduh untuk Android dan iOS.

  1. De-Stress

Aplikasi untuk mengukur tingkat stres untuk mengenali tanda-tanda respons tubuh terhadap stres. Digunakan pada ponsel android serta pada situs web. De-stress telah diunduh lebih dari 1300 pengguna. 64% penggunanya adalah mahasiswa dan 30% mengalami stress berat.

Beberapa aplikasi diatas dapat diunduh oleh pengguna ponsel terutama memanfaatkan situs sosial media untuk mengukur serta meminimalisirkan potensi atau tingkat stress yang dialami oleh remaja yang diakibatkan oleh tekanan dalam era pandemi Covid-19. Aplikasi dan jejaringsosial media tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk bercerita hal-hal dalam hal ini yaitu komunikasi yang dibutuhkan sebagai remaja sehingga tidak merasa sendiri dan stresss akibat pandemi. Dengan memanfaatkan farmasi informatika, sumber dan informasi dapat mudah diakses kapan saja dan memberi manfaat dalam hal mental bagi para remaja.

Sumber

Janitra, P., Prihandini, P., dan Aristi, N., 2021, Pemanfaatan Media Digital Dalam Pengelolaan Kesehatan Mental Remaja Di Era Pandemi, Public Speaker for L[y]fe Bagi Pengembangan Diri Entrepeneur, Vol. 20(1).

Pertiwi, S., Marisa, F., dan Lenny, K., 2021, Depresi, Kecemasan, dan Stres Remaja selama Pandemi Covid-19, Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora, Vol. 6(2)

Suratmini, D., dan Tuti, A., 2019, Pemanfaatan Deteksi Stres Remaja Yang Efektif Dan Efisien Melalui Aplikasi: Systematic Review, Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta, Vol. 6(1).

Share this:

About Alyah Rahmawaty Said

Mahasiswa Farmasi

Check Also

Alat Diagnostik In Vitro Pertama untuk Deteksi Dini Alzheimer disetujui FDA

Majalah Farmasetika – Food and Drug Administration (FDA) AS telah menyetujui alat diagnostik in vitro …

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.