Download Majalah Farmasetika

Pemerintah Simpulkan EG/DEG Penyebabnya, 2 Industri Farmasi Akan Dipidana

Majalah Farmasetika – Pemerintah melalui Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, bersama Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny Lukito, menyimpulkan bahwa penyebab gagal ginjal akut pada 245 anak di Indonesia adalah adanya cemaran Etilen Glikol (EG) dan atau Dietilen Glikol (DEG) yang berasal dari pelarut obat sirup anak. Selain itu, akan ada 2 Industri Farmasi yang diproses hukum pidana terkait cemaran EG/DEG dalam produk sirup obat yang dijualnya.

“Masyarakat harus tahu bahwa kenaikan kasus gagal ginjal akut terjadi pada bulan Agustus 2022 bukan di awal tahun, dan pada bulan September kita melakukan uji Patologi pada pasiennya. Pada waktu itu disimpulkan kecil kemungkinan disebabkan karena virus, parasit ataupun bakteri.” ujar Menkes dalam konferensi pers selepas melakukan rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (24/10/2022).

“Baru kita agak terang setelah WHO mengeluarkan warning terkait kasus di Gambia karena cemaran EG dan DEG dari pelarut obat pada 5 Oktober, dari situ kami berkomunikasi dengan WHO dan Pemerintah Gambia. Kita dilanjut dengan menganalisa Toksikologi pada pasien anak, kita tes ke 10 anak, 7 mengandung zat kimia, jadi positif 70 persen mengandung zat kimia ini.” jelas Menkes.

Menkes melanjutkan kemudian dilakukan konfirmasi ketiga melalui biopsi di pasien anak yang meninggal, apakah ada ciri kerusakan ginjal oleh senyawa ini, karena khas kerusakannya, dan 100 persen terkonfirmasi adanya kerusakan ginjal yang disebabkan oleh adanya senyawa kimia ini.

“Ketika dilakukan penyetopan penggunaan obat sirup kemarin, penurunan pasien ginjal akut di RSCM menurun drastis” tambah Menkes.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPOM menambahkan bahwa daftar obat aman yang telah dirilis BPOM akan dimasukkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan.

Baca :  Inilah Isi Usulan Revisi PMK No 3/2020 dari PP IAI ke Menkes

“Tadi pesan Presiden sangat jelas sekali, untuk diminta berhati-hati, jadi kami BPOM dalam menguji dan mensampling akan berhati-hati, nama obat yang kemarin disampaikan akan dirilis melalui Peraturan Menteri Kesehatan, fokus pada obat-obatan yang tidak mengandung keempat pelarut yang menyebabkan adanya cemaran EG dan DEG” terang Penny Lukito.

“Kemudian kami juga akan menindaklanjuti untuk 2 Industri Farmasi akan menjadi pidana, jadi kedeputian empat bagian penindakan sudah kami tugaskan bersama kepolisian untuk masuk ke perkara pidana, saya tidak menyebutkan sekarang karena masih dalam proses, karena ada indikasi kandungan EG dan DEG nya tidak hanya sebagai kontaminan tapi kandungannya sangat-sangat tinggi” tegas Kepala BPOM.

Share this:

About farmasetika.com

Farmasetika.com (ISSN : 2528-0031) merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis dalam bentuk Majalah Farmasetika. Di situs ini merupakan edisi majalah populer. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Android Majalah Farmasetika, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Check Also

Ketua Baleg DPR RI Supratman Andi Agtas saat RDPU dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Foto: Dep/nr

Era Baru Regulasi Kesehatan: Rekomendasi Penerbitan STR D4 Farmasi Membuka Peluang Baru

Majalah Farmasetika – Seiring dengan perkembangan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2023 tentang Kesehatan, peran Tenaga …

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.