Nasrul Wathoni

Nasrul Wathoni, Ph.D., Apt. Pada tahun 2004 lulus sebagai Sarjana Farmasi dari Universitas Padjadjaran. Gelar profesi apoteker didapat dari Universitas Padjadjaran dan Master Farmasetika dari Institut Teknologi Bandung. Gelar Ph.D. di bidang Farmasetika diperoleh dari Kumamoto University pada tahun 2017. Saat ini bekerja sebagai dosen dan peneliti di Departemen Farmasetika, Farmasi Unpad.

Cara Apoteker di Jerman Miliki Gaji Puluhan Juta Perbulan di Apotek

apoteker-di-jerman

Majalah Farmasetika (V1N8-Oktober 2016). Berdasarkan survei pada tahun 2015, Apoteker di Jerman memiliki penghasilan pertahun USD 60.000 atau sekitar 780 juta/65 juta perbulan. Sedangkan, upah minimum di Jerman pada Januari 2015 adalah USD 1,618 per bulan atau USD 19.416 per tahun. Lalu bagaimanakah kondisi seorang apoteker di Jerman sebenarnya? Lambang apotek di Jerman …

Read More »

5 Tips Untuk Apoteker dalam Mempersiapkan Apotek di Musim Flu, Pilek dan Batuk

flu biasa

Majalah Farmasetika (V1N8-Oktober 2016). Setiap musim pancaroba tak jarang gejala flu dan batuk bahkan disertai demam menyerang orang dewasa maupun anak-anak. Pada umumnya langkah pertama untuk mengatasinya adalah pergi ke apotek untuk membeli obatnya. Seorang Apoteker yang selalu tampil di depan apoteknya tentunya harus mempersiapkan musim flu dan bantuk ini. Perubahan musim memberikan …

Read More »

Kasus Cedera Karena Rokok Elektrik Meledak Terus Meningkat

rokok-elektrik

Majalah Farmasetika (V1N8-Oktober 2016). Masyarakat sangat menyadari akan bahaya rokok konvensional. Rokok elektrik sejak diperkenalkan pada tahun 2007 menjadi solusi alternatif yang inovatif karena kurang berbahaya bagi mereka yang masih menginginkan memperbaiki terapi nikotin mereka. Ditemukan 15 pasien dirawat karena luka dari ledakan rokok elektrik Rokok elektrik telah mendapatkan popularitas sebagai sarana alternatif …

Read More »

Cara Apoteker Memiliki Penghasilan Lebih di Apotek Layaknya di Negara Maju

apoteker-dokter

Majalah Farmasetika (V1N8-Oktober 2016). Apoteker bermartabat dan bertanggung-jawab dengan program Tiada Apoteker Tiada Pelayanan (TATAP) akhir-akhir ini sering didengungkan terutama pasca obat palsu dan kedulawarsa menjadi konsumsi publik di beberapa media nasional. Lalu bagaiamanakah “Cara Apoteker Memiliki Penghasilan di Apotek Layaknya di Negara Maju” untuk mendukung program-program tersebut? berikut beberapa ulasan …

Read More »

Obat Pereda Nyeri Baik OTC Maupun Resep Ini Berisiko Sebabkan Gagal Jantung

ibuprofen

Majalah Farmasetika (V1N7-September 2016).  Obat pereda nyeri atau penghilang rasa sakit golongan NSAID (Non-Steroid Anti-Inflammatory) yang tersedia sebagai obat Over The Counter (OTC) ataupun obat resep seperti diklofenak, ibuprofen, indometasin, ketorolak, naproxen, nimesulide, dan piroksikam, bersama dengan dua COX 2 inhibitor, etoricoxib dan rofecoxib terkait dengan peningkatan risiko masuk perawatan rumah …

Read More »

Peneliti Muda Temukan Polimer Bintang Untuk Menanggulangi Resistensi Antibiotik

resistensi bakteri

Majalah Farmasetika (V1N7-September 2016). Fenomena resistensi antibiotik dengan munculnya bakteri “superbug” atau bakteri yang tahan terhadap antibiotik terkuat saat ini telah menghantui dunia kesehatan di masa depan. Baca : Bakteri Super Kebal Antibiotik yang Ditakutkan Para Ahli Kini Hadir Di Amerika Shu Lam, seorang peneliti perempuan berusia 25 tahun berhasil mengembangkan star-shaped polymer, polimer …

Read More »

Waktunya Untuk Apoteker Bisa Mengeluarkan Resep

apoteker resep

Majalah Farmasetika (V1N7-September 2016). Pada edisi tanggal 15 September 2016, Jurnal the American Society of Health-System Pharmacists (ASHP) mengambil tema besar “pharmacist prescribing” atau “resep apoteker”. Dalam editorialnya, 3 staf anggota ASHP menyarankan bahwa “apoteker adalah yang paling memenuhi syarat untuk bertanggung jawab dan akuntabel untuk meresepkan, monitoring, dan memodifikasi terapi obat, …

Read More »

Kosmetik Ilegal dan Berbahaya Masih Beredar, Begini Cara Memilih Kosmetik yang Aman

kosmetik berbahaya

Majalah Farmasetika (V1N7-September 2016). Badan Pengawas Obat Makanan dari tahun 2014 sampai April 2016 menemukan kosmetik ilegal dengan nilai keekonomian sebesar 29 miliar rupiah. Jenis pelanggaran yang ditemukan Badan POM untuk produk kosmetika adalah kosmetika tanpa izin edar (TIE) dan kosmetika mengandung bahan berbahaya. Total 29 miliar rupiah kosmetik ilegal ditemukan BPOM …

Read More »