Home / R & D / herbal / Konsumsi Jamur Tiram Bisa Cegah Penuaan Dini

Konsumsi Jamur Tiram Bisa Cegah Penuaan Dini

Farmasetika.com – Banyak obat yang digunakan pada zaman sekarang, namun sudah dikenal dari zaman sebelumnya secara tradisional, pada zaman ketika belum berkembangnya ilmu pengetahuan tentang pengobatan (Ode & Komalasari, 2017).

Pada tumbuhan terdapat beberapa senyawa bekhasiat yang banyak dicari oleh orang-orang hingga saat ini. Salah satu senyawa, pada tumbuhan yang memiliki banyak khasiatnya yaitu flavonoid yang berupa metabolit sekunder.

Pleurotus ostreatus (P. ostreatus) dikenal dengan Jamur Tiram yaitu jamur pangan dari kelompok Basidiomycota dan termasuk kelas Homobasidiomycetes dengan ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung.

Jamur tiram masih satu kerabat dengan Pleurotus eryngii dan juga dikenal dengan sebutan King Oyster Mushroom. P. ostreatus atau jamur tiram memiliki potensi sebagai antikanker saat diujikan pada sel MCF-7.

Adanya potensi antikanker dan antioksidan tersebut disebabkan salah satunya karena adanya kandungan senyawa fenolik seperti flavonoid (Fazira et al, 2016).

Apa itu Flavonoid ?

Flavonoid adalah senyawa yang terdiri dari 15 atom karbon yang umumnya tersebar di dunia tumbuhan. Lebih dari 2000 flavonoid yang berasal dari tumbuhan telah diidentifikasi, tetapi ada tiga kelompok yang umum dipelajari, yaitu antosianin, flavonol, dan flavon.

Antosianin (dari bahasa Yunani anthos, bunga dan kyanos, biru-tua) adalah pigmen berwarna yang umumnya terdapat di bunga berwarna merah, ungu, dan biru. Pigmen ini juga terdapat di berbagai bagian tumbuhan lain misalnya, buah tertentu, batang, daun dan bahkan akar.

Flavonoid sering terdapat di sel epidermis. Sebagian besar flavonoid terhimpun di vakuola sel tumbuhan walaupun tempat sintesisnya ada di luar vakuola (Salisbury dan Ross, 1995).

Baca :  Olaratumab sebagai Pilihan Terapi Terbaru dalam Pengobatan Kanker Sarkoma Jaringan Lunak

Khasiat Jamur Tiram

Shinta, Nayla, dan Bambang (2018) yang meneliti flavonoid sebagai antioksidan, antikanker, dan antimikroba dengan cara mengisolasinya dari ekstrak jamur Pleurotus ostreatus (P.ostreatus). Menurut hasil penelitiannya pada jamur tiram putih (P.ostreatus) terdapat 1,53 mg QE/g dw dan 14,66 mg/ml aktivitas antioksidan.

Antioksidan yaitu senyawa kimia yang berperan sebagai antiradikal bebas dengan cara memberikan satu atau lebih elektron pada radikal bebas sehingga membuatnya tidak merusak sel tubuh (Rosalia et al, 2018).

Aktivitas antioksidan tersebut dipengaruhi banyaknya zat aktif pada ekstrak semakin banyak flavonoid maka semakin banyaknya juga antioksidan yang dihasilkan.

Flavonoid dibagi beberapa subkelompok berdasarkan substitusi karbon pada gugus aromatic sentral (C). yaitu : Flavon, flavonol, flavanon, flavanol, dan kalkon. Subkelompok yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan yaitu flavonol.

Flavonol memiliki ikatan rangkap pada 2’ dan 3’nya pada gugus aromatic cicin B yang berperan sebagai perpindahan elektron dari cicin B untuk memecahkan radikal bebas (Alfaridz dan Amalia, 2018).

Flavonol sebagai antioksidan memiliki 3 proses mekanisme dalam pemecahan radikal bebas :

  1. Memperlambat Pembentukan Reactive Oxygen Spesies (ROS)
  2. Memecah ROS
  3. memproteksi atau meregulasi dengan antioksidan

(Alfaridz dan Amalia, 2018).

Dari hasil penelitian Sangeetha et al. (2016) gugus hidroksi pada cincin B sangat berperan pada proses pemecahan radikal bebas karena gugus hidroksil mampu memberikan hidrogen

Proses pemecahan ROS (R’) oleh flavonoid dengan mendonorkan hidrogen dan elekton pada radikal bebas sehingga membuatnya tidak berbahaya (Alfaridz dan Amalia, 2018).

Apa sih bahaya dari radikal bebas ?

Radikal bebas yaitu senyawa yang kehilangan pasangan elektron bebasnya sehingga membutuhkan pasangan untuk membuat nilai spinnya seimbang. Oleh karena itu, radikal bebas akan berikatan dengan elekron yang ada didalam tubuh dan akan mengalami perubah struktur DNA yang apabila itu terjadi akan mengakibatkan :

  1. Kerusalan DNA yang mengakibatkan penyakit kanker
  2. Kerusakan protein yang mengakibatkan penyakit katarak
  3. Kerusakan lipid peroksida yang menyebakan penyakir degeneratif
  4. Autoimun
  5. Proses penuaan lebih cepat
  6. Kerusakan membrane sel yang mengakibatkan sel oragan tubuh rusak
Baca :  Aspirin Mampu Mencegah dan Meningkatkan Waktu Hidup Penderita Kanker

Untuk mencegah 6 hal diatas maka diperlukan antioksidan sebagai penangkal radikal bebas (Fakruah et al, 2019).

Mengkonsumsi Jamur Tiram

Untuk mendapatkan khasiatnya perlu menkonsumsi jamur tiram dengan cara yang paling umum adalah dengan membuatnya menjadi hidangan yang lezat seperti tumis jamur.

Sumber :

Alfaridz F. dan Amalia R. 2018. Review Jurnal : Klasifikasi Dan Aktivitas Farmakologi Dari Senyawa Aktif Flavonoid. Jurnal Farmaka. Vol.16 (3) :1-9

Fakriah, Kurniasih E., Adriana, dan Rusydi. 2019. Sosialisasi Bahaya radikal Bebas Dan Fungsi Antioksidan Alami Bagi Kesehatan. Jurnal Vokasi. Vol.13 (1) : 1-7

Hahlbrock K. 1981. Flavonoids The Biochemistry of Plants, Vol. 7: Secondary Plant Products. New York: Academic Press. Hal:425-456.

Ode W.J. dan Komalasari O.2017. Eksplorasi Jenis Dan pemanfaatan Tumbuhan Obat Pada Masyarakat Suku Muna Di Permukiman Kota Wuna. Traditional Medicine Journal. Vol.22(1) : 45-56

Rosalia S.D., Ulya N., dan D.Bambang A. 2018. Kandungan Flavonoid dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Pleurotus ostreatus. Jurnal Rona Teknik Pertanian. Vol.11 (1) : 1-11

Rowett Research Institute; Duthie SJ, Dobson VL.2019. Dietary Flavonoids Protect Human Colonocyte DNA From Oxidative Attack in Vitro. Tersedia Online di https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/10338685 [Diakses pada 23 November 2019]

Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. Bandung: Penerbit ITB. Hal:150-152. ISBN 979-8591-27-5

Share this:
  • 118
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    118
    Shares

About Dani

Check Also

jamu

Hati-hati, Jamu bisa Pengaruhi Kesehatan Ginjal

Farmasetika.com – Menurut World Heath Organization dalam postingannya yang berjudul “WHO Traditional Medicine Strategy 2014-2023”, …

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Skip to toolbar