Project Milenial featuring news blogs and tutorials Adjustable Beds – Not Just For The Elderly! How A Dermatologist Can Help With Acne Problems Aromatherapy And Kids Amazingly Simple Skin Care Tips For People With Acne

Hasil Studi : Dosis Tunggal Vaksin Cukup untuk Proteksi Penyintas COVID-19

Majalah Farmasetika – Penelitian baru menunjukkan bahwa orang yang telah pulih dari COVID-19 mungkin hanya membutuhkan satu dosis vaksin untuk meningkatkan antibodi, sebuah temuan yang dapat meningkatkan ketersediaan vaksin COVID-19 untuk orang lain.

Peneliti yang bekerja dengan Studi Personil Perawatan Kesehatan COVID University of North Carolina (UNC) Chapel Hill mengikuti 193 petugas kesehatan yang mengajukan tes antibodi rutin.

Peserta memiliki kesempatan untuk menerima vaksin COVID-19 mulai Desember 2020. Setelah satu dosis, respons antibodi pada mereka yang sebelumnya menderita COVID-19 hampir dua kali lebih tinggi daripada mereka yang tidak memiliki tanda-tanda infeksi sebelumnya, menurut keterangan pers.

“Jika tanggapan kekebalan ini terbukti tahan lama dan melindungi terhadap infeksi berikutnya dalam penelitian selanjutnya, individu dengan riwayat infeksi mungkin dapat melupakan dosis kedua dari vaksin berbasis mRNA,” kata penulis studi pertama Emily Ciccone, seorang rekan. di Divisi Penyakit Menular di Fakultas Kedokteran UNC, dalam siaran pers.

Penulis koresponden Allison Aiello, PhD, menambahkan bahwa tanggapan terhadap vaksinasi pertama di antara individu dengan infeksi sebelumnya serupa dengan 2 dosis vaksin di antara mereka yang tidak pernah terinfeksi.

Para peneliti mencatat bahwa ada sejumlah orang dengan infeksi sebelumnya dalam kelompok studi. Meskipun ukuran sampelnya kecil, namun mereka menemukan perbedaan yang signifikan dalam menanggapi vaksinasi pertama.

Temuan ini telah dikuatkan oleh studi terbaru lainnya, menurut siaran pers. Kekuatan penelitian saat ini adalah bahwa para peneliti mampu mengukur respon antibodi sebelum dan sesudah vaksinasi, dalam beberapa kasus selama berbulan-bulan sebelum dosis vaksin pertama, menurut penulis.

“Hasil ini mendukung badan penelitian baru dan berkembang yang menunjukkan bahwa infeksi virus korona sebelumnya dapat bertindak sebagai primer untuk tanggapan kekebalan terhadap dosis pertama vaksin COVID-19 berbasis mRNA,” Ciccone menyimpulkan dalam siaran pers.

Baca :  Kemenristek : Hadi Pranoto Bukan Tim Riset COVID-19, Produk Bio Nuswa Belum di Uji Klinik

Sumber :

Single vaccine dose may offer protection to those who have had COVID-19 [news release]. UNC Chapel Hill; March 9, 2021. https://www.unc.edu/posts/2021/03/09/single-vaccine-dose-research

Share this:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

About farmasetika.com

farmasetika.com
Farmasetika.com (ISSN : 2528-0031) merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis dalam bentuk Majalah Farmasetika. Di situs ini merupakan edisi reguler. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Android Majalah Farmasetika, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Check Also

WHO : Omicron Belum Jelas Sebabkan COVID-19 yang Lebih Parah

Majalah Farmasetika – WHO telah mengumumkan bahwa masih belum jelas apakah varian virus corona yang …

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.