WHO Rekomendasikan 2 Obat Baru COVID-19

Majalah Farmasetika – WHO menyetujui dua pengobatan baru untuk COVID-19 pada 14 Januari, karena kasus Omicron berlanjut secara global, dan WHO memperkirakan separuh Eropa akan terinfeksi pada Maret. Organisasi tersebut memberikan rekomendasi kuat untuk penggunaan baricitinib, dan rekomendasi bersyarat untuk sotrovimab. WHO secara kondisional merekomendasikan penggunaan ruxolitinib dan tofacitinib untuk pasien dengan COVID-19 yang parah atau kritis.

Dalam rekomendasi mereka di British Medical Journal the BMJ, para ahli WHO mengatakan obat arthritis baricitinib yang digunakan dengan kortikosteroid untuk mengobati pasien COVID-19 yang parah atau kritis menyebabkan tingkat kelangsungan hidup yang lebih baik dan mengurangi kebutuhan akan ventilator. Baricitinib telah direkomendasikan sebagai alternatif untuk penghambat reseptor interleukin-6 (IL-6), dalam kombinasi dengan kortikosteroid, pada pasien dengan COVID-19 yang parah atau kritis.

Sementara itu, WHO juga merekomendasikan sotrovimab pengobatan antibodi sintetis pada pasien dengan COVID-19 yang tidak parah, dengan syarat bagi mereka yang berisiko tinggi dirawat di rumah sakit. Mereka yang termasuk dalam kategori ini termasuk mereka yang tidak divaksinasi, orang tua, mereka yang kekurangan kekebalan, atau dengan penyakit kronis seperti diabetes.

Organisasi tersebut memberikan rekomendasi bersyarat terhadap penggunaan ruxolitinib dan tofacitinib, yang menyatakan bahwa “dokter harus mempertimbangkan untuk menggunakan obat ini hanya jika baricitinib atau penghambat reseptor IL-6 (tocilizumab atau sarilumab) tidak tersedia,” dan menyebutkan perlunya “uji coba lebih lanjut”. bukti untuk menginformasikan rekomendasi dengan lebih baik.”

Pada 13 Januari, tercatat 109.133 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi, dan 335 orang lainnya meninggal dalam waktu 28 hari setelah tes positif COVID-19. Statistik pemerintah menjadikan total kematian akibat COVID-19 menjadi 151.342, sementara angka dari Kantor Statistik Nasional mencatat 176.000 kematian di Inggris, di mana COVID-19 disebutkan pada sertifikat kematian.

Baca :  Bolehkah Izin BPOM sebagai Obat Tradisional Berkhasiat untuk COVID-19?

Hanya tiga perawatan lain untuk Covid-19 yang mendapat persetujuan WHO, yang pertama adalah kortikosteroid untuk pasien yang sakit parah, pada September 2020.

Sumber

WHO recommend two new COVID-19 treatments http://www.pharmafile.com/news/603228/who-recommend-two-new-covid-19-treatments

Share this:

About farmasetika.com

Farmasetika.com (ISSN : 2528-0031) merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis dalam bentuk Majalah Farmasetika. Di situs ini merupakan edisi reguler. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Android Majalah Farmasetika, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Check Also

Gizi Rendah Berpotensi Besar Terkena Diabetes di 10 Tahun Kedepan

Majalah Farmasetika – Orang dewasa muda yang berisiko mengalami kerawanan pangan mengalami peningkatan kejadian diabetes …

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.