Download Majalah Farmasetika
who

WHO Tambahkan Polypill Kardiovaskular Kedalam Daftar Model Obat Esensial

Majalah Farmasetika – Penyakit kardiovaskular adalah penyebab utama kematian secara global. Diperkirakan 17,9 juta orang meninggal akibat penyakit kardiovaskular pada tahun 2019, mewakili 32% dari semua kematian global. Dari kematian tersebut, 85% disebabkan oleh serangan jantung dan stroke (WHO, 2021).

Meskipun dengan adanya farmakoterapi efektif untuk pencegahan sekunder, kejadian iskemik berulang masih tinggi (Ibanez et al., 2018). Kepatuhan pasien terhadap pengobatan pencegahan sekunder diperkirakan hanya sekitar 50%, kurangnya kepatuhan pasien terhadap pengobatan dikaitkan dengan hasil yang lebih buruk (Chowdhury et al., 2013). Beberapa faktor yang dapat menghambat kepatuhan pasien diantaranya seperti kompleksitas pengobatan, polifarmasi, pengobatan kondisi asimtomatik, penyakit yang menyertai, dan usia. Peningkatan frekuensi dosis dan kompleksitas pengobatan telah terbukti dapat menurunkan kepatuhan pengobatan pasien (Smaje et al., 2018).

Strategi polypill telah terbukti dapat meningkatkan kepatuhan pengobatan berdasarkan penyederhanaan pengobatan (Castellano et al., 2014). “Polypill” adalah kombinasi obat dosis tetap dengan manfaat yang terbukti untuk pencegahan penyakit kardiovaskular. Polypill menawarkan keuntungan potensial dibandingkan farmakoterapi konvensional. Pertama, kesederhanaan penggunaan pil harian dapat meningkatkan kepatuhan terhadap terapi. Kedua, tidak perlu dilakukannya penyesuaian dosis yang  mana kunjungan lanjutan yang sering kali tidak praktis. Ketiga, untuk kontrol tekanan darah, kombinasi beberapa obat dosis rendah daripada penggunaan satu atau dua obat dosis tinggi dapat meningkatkan profil keamanan (Muñoz et al., 2019).

Pada bulan Juli lalu, World Health Organization mengumumkan bahwa “polypill” telah ditambahkan ke Daftar Model Obat Esensial (Model List of Essential Medicines) (WHO, 2023). Keputusan penting ini merupakan langkah penting dalam upaya global untuk memerangi penyakit kardiovaskular. Polypill kardiovaskular ini mengandung tiga bahan aktif (asam asetilsalisilat, ramipril dan atorvastatin) dan telah terbukti efektif dalam mencegah kejadian kardiovaskular setelah serangan jantung, mengurangi angka kematian akibat kardiovaskular sebesar 33%. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya kepatuhan pengobatan yang lebih tinggi pada pasien yang menggunakan polypill dibanding kelompok pasien dengan pengobatan konvensional. (Castellano et al., 2022).

Baca :  Studi: Riwayat Infertilitas Diprediksi Dapat Menjadi Indikator Penyakit Kardiovaskular

Banyak uji klinis telah menunjukkan bahwa penggunaan polypill adalah strategi yang dapat diterapkan secara luas untuk meningkatkan aksesibilitas dan kepatuhan terhadap pengobatan penyakit kardiovaskular, sehingga mengurangi risiko penyakit berulang dan kematian. Polypill berpotensi merevolusi pencegahan dan pengelolaan penyakit kardiovaskular di seluruh dunia. Dengan menggabungkan beberapa obat efektif dalam satu formulasi, polypill menawarkan pendekatan pragmatis dan hemat biaya untuk mengatasi penyakit kardiovaskular, yang tetap menjadi penyebab utama kematian secara global. Oleh karena itu, keputusan ini dapat berdampak besar pada kesehatan masyarakat (World Heart Federation, 2023).

Sumber:

Castellano, JM, SJ Pocock, DL Bhatt, AJ Quesada, R Owen, A Fernandez-Ortiz, PL Sanchez, F Marin Ortuño, JM Vazquez Rodriguez, A Domingo-Fernández, I Lozano, MC Roncaglioni, M Baviera, A Foresta, L Ojeda-Fernandez, F Colivicchi, SA Di Fusco, W Doehner, A Meyer, F Schiele, F Ecarnot, A Linhart, J-C Lubanda, G Barczi, B Merkely, P Ponikowski, M Kasprzak, JM Fernandez Alvira, V Andres, H Bueno, T Collier, F Van de Werf, P Perel, M Rodriguez-Manero, A Alonso Garcia, M Proietti, MM Schoos, T Simon, J Fernandez Ferro, N Lopez, E Beghi, Y Bejot, D Vivas, A Cordero, B Ibañez, and V Fuster (2022). Polypill Strategy in Secondary Cardiovascular Prevention. New England Journal of Medicine, 387(11), 967–977.

Castellano, JM, G Sanz, JL Peñalvo, S Bansilal, A Fernández-Ortiz, L Alvarez, L Guzmán, JC Linares, F García, F D’Aniello, JA Arnáiz, S Varea, F Martínez, A Lorenzatti, I Imaz, LM Sánchez-Gómez, MC Roncaglioni, M Baviera, SC Smith, K Taubert, S Pocock, C Brotons, ME Farkouh, and V Fuster (2014). A Polypill Strategy to Improve Adherence: Results From the FOCUS Project. Journal of the American College of Cardiology, 64(20), 2071–2082.

Chowdhury, R, H Khan, E Heydon, A Shroufi, S Fahimi, C Moore, B Stricker, S Mendis, A Hofman, J Mant, and OH Franco (2013). Adherence to cardiovascular therapy: a meta-analysis of prevalence and clinical consequences. European Heart Journal, 34(38), 2940–2948.

Ibanez, B, S James, S Agewall, MJ Antunes, C Bucciarelli-Ducci, H Bueno, ALP Caforio, F Crea, JA Goudevenos, S Halvorsen, G Hindricks, A Kastrati, MJ Lenzen, E Prescott, M Roffi, M Valgimigli, C Varenhorst, P Vranckx, P Widimský, and ESCSD Group (2018). 2017 ESC Guidelines for the management of acute myocardial infarction in patients presenting with ST-segment elevation: The Task Force for the management of acute myocardial infarction in patients presenting with ST-segment elevation of the European Society of Cardiology (ESC). European Heart Journal, 39(2), 119–177.

Baca :  FDA Setujui Penggunaan Semaglutide untuk Indikasi Baru yang Melibatkan Penyakit Kardiovaskular

Muñoz, D, P Uzoije, C Reynolds, R Miller, D Walkley, S Pappalardo, P Tousey, H Munro, H Gonzales, W Song, C White, WJ Blot, and TJ Wang (2019). Polypill for Cardiovascular Disease Prevention in an Underserved Population. New England Journal of Medicine, 381(12), 1114–1123.

Smaje, A, M Weston-Clark, R Raj, M Orlu, D Davis, and M Rawle (2018). Factors associated with medication adherence in older patients: A systematic review. AGING MEDICINE, 1(3), 254–266.

WHO (2021). Cardiovascular diseases (CVDs). Available at https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cardiovascular-diseases-(cvds)#:~:text=Cardiovascular%20diseases%20(CVDs)%20are%20the,%2D%20and%20middle%2Dincome%20countries. Accessed August 6, 2023.

WHO (2023). WHO Model List of Essential Medicines – 23rd list, 2023. Available at https://www.who.int/publications/i/item/WHO-MHP-HPS-EML-2023.02. Accessed August 6, 2023.

World Heart Federation (2023). WORLD HEART FEDERATION WELCOMES LANDMARK DECISION TO INCLUDE POLYPILL IN WHO MODEL LIST OF ESSENTIAL MEDICINES. Available at https://world-heart-federation.org/news/world-heart-federation-welcomes-landmark-decision-to-include-polypill-in-who-model-list-of-essential-medicines/. Accessed August 6, 2023.

Share this:

About annurlatif

Check Also

Axicabtagene Ciloleucel Aman dan Dapat Ditoleransi untuk Limfoma Sistem Saraf Pusat yang Kambuh dan Refrakter

Majalah Farmasetika – Para peserta dalam penelitian ini menunjukkan respons yang tahan lama selama lebih …

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.