Download Majalah Farmasetika
Presiden Joko Widodo saat meninjau fasilitas kapasitas produksi vaksin Covid-19 di Bio Farma, (11/8/2020). Foto: Setpres

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Penunjang Kebersihan Pengolahan Obat di Industri

Majalah Farmasetika – Industri farmasi merupakan salah satu penyumbang limbah terbesar dalam lingkungan terutama berkaitan dengan limbah cair, air limbah pada industri farmasi mengandung komponen komponen organik dengan kadar yang tinggi yang bisa merusak lingkungan sekitar. Bahkan pada konsentrasi rendah, obat – obatan merupakan toksin kimia yang berpotensi berbahaya. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menjaga lingkungan akibat limbah dengan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di industri farmasi biasanya menggunakan kombinasi teknologi kimia dan teknologi biologi agar hasil air dari olahan dari IPAL, Instalasi Pengolahan Air Limbah ini diharapkan dapat menurunkan pencemaran akibat dampak dari air limbah tersebut untung lingkungan dengan semaksimal mungkin

PENDAHULUAN

Kementerian Perindustrian Republik Indonesia telah menambahkan industri farmasi sebagai salah satu induatri prioritas. Indonesia dengan penduduk sebesar 238 juta, Indonesia memiliki ratusan perusahaan farmasi yang terdiri dari perusahaan farmasi lokal maupun multinasional. (Ariana et al. 2015). Dengan banyaknya industri farmasi, salah satu permasalahan yang timbul adalah air limbah. Selain mengandung kadar organik yang tinggi, air limbah industri farmasi biasanya mengandung komponen recalcitrant yang sangat sulit diolah dengan menggunakan teknologi berbasis biologi misalnya: gula, glycosides, pigment organik anthraquinone, tannins, Alkali, cellulose, lignin and banyak sekali komponen organik lainnya(Y guo, Qi, and Liu 2017)

Biasanya instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di Industri farmasi menggunakan kombinasi teknologi kimia dan biologi agar air keluaran dari IPAL dapat memenuhi syarat dibuang ke badan air. Dalam IPAL Industri Farmasi, teknologi kimia yang sering dipakai adalah teknologi koagulasi dan flokulasi dengan menggunakan PAC, Alumunium Sulfat atau Ferro Klorida(Chrisnaningtyas and Vistanty 2016). Kelemahan dari teknologi kimia adalah timbulnya lumpur kimia dengan volume yang besar dan sulit diolah dan termasuk limbah B3

Salah satu produk dari industri farmasi yaitu obat-obatan. Obat-obatan adalah varietas luas senyawa biologis yang digunakan untuk pengobatan infeksi dan penyakit (Samal et al., 2022). Limbah industri farmasi memiliki bahaya bagi lingkungan. Bahkan pada konsentrasi rendah, obat-obatan merupakan toksin kimia yang berpotensi berbahaya (Lakhnai et al., 2022). Sehingga sebelum dibuang pada badan air, limbah industri farmasi harus melalui pengolahan secara khusus agar tidak menjadi bahaya bagi lingkungan. Karena permasalahan ini ditemukan beberapa metode pengolahan limbah cair industri. Seperti, kombinasi elektrokimia dengan UV, Penambahan skala penuh karbon aktif bubuk, bioremediasi, penggunaan karbon aktif  dan metode lainnya

Saat ini limbah industri farmasi menjadi salah satu penyumbang kontaminan pada badan air, sumber pencemaran bisa berasal dari obat kedaluwarsa dibuang secara tidak bertanggung jawab dan berakhir di jaringan drainase, obat-obatan yang mengalami defetct saat produksi (Zou Et al., 2022) hingga berasal dari proses produksi itu sendiri. Sehingga dibutuhkan suatu metode pengolahan limbah industri farmasi dengan keefesienan dan tingkat penurunan pencemaran semaksimal mungkin.

Baca :  Sinkronisasi Data Labkesda, 53 Industri Farmasi Diminta Uji Ulang Obat Sirup

PEMBAHASAN

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) adalah suatu teknik  yang dirancang secara khusus untuk memproses atau mengolah cairan sisa proses, sehingga sisa proses tersebut menjadi layak dibuang ke lingkungan. Cairan sisa proses atau limbah bisa berasal dari proses industri, pabrik, pertanian, dan perkotaan yang tidak lain merupakan hasil limbah rumah tangga. Hasil dari pembuangan tersebut dapat membahayakan manusia maupun lingkungan, oleh karena itu diperlukan proses pengolahan lebih lanjut sebelum dibuang ke saluran pembuangan. Menyaring dan membersihkan cairan yang sudah tercemar baik oleh pencemar organik atau bahan kimia yang menjadi tujuan utama IPAL. Oleh sebab itu, IPAL peran yang penting dalam melakukan pengelolaan bahan tercemar tersebut yang ada dalam limbah(Zou et al.,2022).

Adapun metode metode yang ada pada sistem pengolahan air limbah diantaranya

  1. Metode Microbial Electrochemical Ultraviolet Cell (MEUC)

Microbial electrochemical ultraviolet cell (MEUC) atau sel ultraviolet elektrokimia mikroba merupakan suatu metode pengolahan limbah yang baru-baru dikembangkan. Dimana metode ini mengintegrasikan manajemen elektrokimia mikroba dari H2O2 (pembangkitan dan penghilangan) dengan radiasi UV untuk menghasilkan radikal hidroksil (OH) (Zou et al., 2022)

  1. Penambahan Skala Penuh Karbon Aktif Bubuk ke Reaktor Lumpur Aktif dari Instalasi Pengolahan Air Limbah

Salah satu metode dalam pengolahan limbah cair yaitu penggunaan adsorben. Adsorben adalah bahan berpori seperti silika, tanah liat, resin, dan bahan berbasis karbon (misalnya, biochar, karbon nanotube, dan karbon aktif) yang sering digunakan untuk menghilangkan polutan mikro farmasi selama adsorpsi (Fang et al., 2018)

  1. Teknologi Air Superkritis Aliran Kontinu Untuk Pengolahan Hormon dalam Air Limbah dari Industri Farmasi

Hormon adalah molekul organik bioaktif, ada di mana-mana, dan persisten yang membutuhkan perawatan efektif saat dilepaskan di lingkungan. Berbeda dengan metode lain yang telah dibahas, metode ini berfokus pada kontaminan berupa hormon yang biasanya terdapat pada produk-produk industry farmasi. Hormon steroid, seperti estrogen, drogen, progestogen, glukokortikoid, dan mineralokortikoid, sering ditemukan di lingkungan. Bahkan pada kadar rendah, hormon dapat mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan reproduksi akuatik atau ganisme [Ribeiro et al., 2021].

  1. Bioreaktor Membran

Bioreaktor membran (BRM) adalah teknologi pengolahan limbah yang mengkombinasikan proses biologis untuk mendegradasi limbah dan proses membran untuk pemisahan biomassa. Membran menggantikan peran kolam sedimentasi untuk memisahkan padatan dan cairan pada teknologi konvensional (lumpur aktif) (Wang et al., 2021)

  1. Kombinasi Koagulan dan Flokulan dalam Pengolaha Air Limbah Industri Farmasi

Air limbah industri farmasi adalah salah satu sumber pencemaran yang potensial, dan bagian penting dalam industri farmasi. Oleh karena itu, air limbah tersebut perlu diolah terlebih dahulu sebelum di buang ke badan air. Kekeruhan, TDS, dan pH pada limbah farmasi dapat dikontrol dan dikurangi jumlahnya dengan menggunakan metode ini. Koagulasi Merupakan proses pengubahan partikel koloid menjadi lebih besar dengan menyerap bahan organik terlarut sehingga pengotor dapat dipisahkan melalui proses penyaringan padat-cair sedangkan, flokulasi adalah gerak brown partikel koloid yang terus-menerus, akan membentuk gumpalan besar yang stabil di suspense (Ribeiro et al.,2021)

Baca :  Masa Depan Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi di Era BPJS dan MEA dibahas dalam Seminar dan Workshop Farmasi Industri 2017

Kesimpulan 

Industri Farmasi merupakan penghasil limbah cair yang berbahaya untuk lingkungan oleh karena itu perlu adanya penanganan yang dilakukan agar limbah tersebut dapat  diantisipasi dan tidak menyebabkan pencemaran yang signifikan, Industri farmasi harus memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan metode metode yang ada untuk menghasilkan air limbah sesuai syarat yang baik untuk lingkungan.

Daftar Pustaka

Ariana, Lutfah et al. 2015. Technological Catch-up Industri Farmasi. 1st ed. Jakarta: LIPI Press
Chrisnaningtyas, Farida, and Hanny Vistanty. 2016. “Pengolahan Limbah Cair Industri Farmasi Formulasi Dengan Metode Anaerob-Aerob Dan Anaerobic-Koagulasi.” JRTPPI 1: 13-22
Fang Deng, Lina Zhao, Xubiao Luo, Shenglian Luo, Dionysios D. Dionysiou.2018. Highly efficient visible light photocatalytic performance of Ag/Agln5S8 for degradation of tetracycline hydrochloride and treatment of real pharmaceutical industry wastewater, Chemical Engineering Jpurnal, Vol. 333, pages 424-433
K. Samal, S. Mahapatra, and M. Hibzur Ali.2022.“Pharmaceutical wastewater as Emerging Contaminants (EC): Treatment technologies, impact on environment and human health,” Energy Nexus, vol. 6, p. 100076. doi: 10.1016/j.nexus.2022.100076.
K. Wang, T. Zhuang, Z. Su, M. Chi, and H. Wang.2021. “Antibiotic residues in wastewaters from sewage treatment plants and pharmaceutical industries: Occurrence, removal and environmental impacts,” Science of the Total Environment, vol. 788. doi: 10.1016/j.scitotenv.2021.147811.
R. Zou et al., 2022“When microbial electrochemistry meets UV: The applicability to high-strength real pharmaceutical industry wastewater,” J Hazard Mater, vol. 423, doi: 10.1016/j.jhazmat.2021.127151
S. Lakhani et al.,2022. “A comprehensive study of bioremediation for pharmaceutical wastewater treatment,” Cleaner Chemical Engineering, vol. 4, p. 100073.doi: 10.1016/j.clce.2022.100073.
T. S. S. Ribeiro et al.,.2021. “Treatment of hormones in wastewater from the pharmaceutical industry by continuous flow supercritical water technology,” J Environ Chem Eng, vol. 9, no. 5, doi: 10.1016/j.jece.2021.106095.
Y guo, P S Qi, and Y Z Liu. 2017. “A Review on Advanced Treatment of Pharmaceutical Wastewater A Review on Advanced Treatment of Pharmaceutical Wastewater.” In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science 63 012025, , 1–7

Share this:

About Hanafi Tiran

Check Also

tablet morfin

Menavigasi Siklus Hidup Biosimilar: Pertimbangan Kunci untuk Penghematan Biaya Berkelanjutan

Majalah Farmasetika – Konferensi | Asembia Specialty Pharmacy Summit Dengan 50 produk biosimilar yang disetujui …

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.