virus
pic : freedigitalphotos.net

Tecovirimat, Obat Baru dan Pertama untuk Antivirus Cacar (Smallpox)

farmasetika.com – Penyakit cacar atau smallpox merupakan penyakit menular pada manusia yang disebabkan oleh infeksi virus variola (genus Orthopoxvirus).  Cacar muncul pada pembuluh darah kecil pada kulit, mulut dan kerongkongan.

Gejala cacar

Karakteristik utama pada cacar yakni ruam serta lepuhan yang berisi nanah di tubuh. Program vaksinasi selama abad ke-20 perlahan mengurangi kejadian wabah penyakit cacar.

Jika serangan biologis terjadi, penanganan pertama yang dilakukan yakni vaksinasi di daerah yang terkena dampak wilayah yang menggunakan persediaan. Namun, pemberian vaksin tidak akan memberikan perlindungan segera dan tidak akan mengobati mereka yang sudah terinfeksi. Oleh karena itu, obat kuratif untuk penyakit ini tetap menjadi tujuan dunia.

Persetujuan FDA

Pada juli tahun 2018, Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat telah memberikan persetujuan kepada SIGA Technology untuk TPOXX (Tecovirimat), obat penyakit cacar pertama disetujui FDA.

TPOXX (Tecovirimat) adalah obat penghambat protein pembungkus amplop ortopoxvirus VP37 dengan memblok interaksinya dengan seluler Rab9 GTPase dan TIP47, sehingga mencegah pembentukan bentuk ortopoxvirus kompoten yang diperlukan dalam penyebaran virus di dalam tubuh.

Pengobatan Tecovirimat diindikasikan pada orang dewasa dan pasien anak-anak dengan berat setidaknya 13 kg. Obat ini poten, spesifik, aman, mudah dibuat, stabil, tersedia secara oral, memiliki rejimen dosis langsung yang tidak memerlukan pengawasan medis dan tidak mengganggu vaksin.

Formulasi Tecovirimat

Menurut dokumen FDA berdasarkan paten dari SIGA Technology, bentuk dari zat aktif obat TPOXX (Tecovirimat) adalah kristal tecovirimat monohidrat. Tecovirimat mempunyai tiga bentuk kristal yang berbeda yakni anhidrat, monohidrat dan hemihidrat. Sifat fisikokimia mereka sangat mirip. Namun, Monohidrat dipilih untuk pengembangan lanjutan karena stabilitas kimianya.

Baca :  Kisqali® (ribociclib) Obat Baru Untuk Terapi Kanker Payudara Metastatis HR+/HER2-

Kristal monohidtrat termasuk kedalam kelas BCS II dimana memiliki kelarutan yang rendah dengan kemampuan diserap tubuh (permeabilitas) tinggi. Untuk meningkatkan ketersediaan hayati, bahan aktif farmasi kristal tecovirimat monohidrat dikecilkan dalam mikron dengan ukuran partikel 50% <5 μm. Tecovirimat diproduksi melewati proses konvergen empat tahap yang terdiri dari tiga reaksi kimia pembentuk ikatan dengan empat isolasi padat, dimana proses ini memerlukan permunian sangat tinggi.

Dengan demikian, zat aktif dari TPOXX (Tecovirimat) berbentuk padatan kristal putih. Mempunyai rumus kimia CH15F3N2O3 · H2O, dengan berat molekul 394,35 g/mol atau 376,33 g/mol. Titik leburnya adalah 196 ° C. Tecovirimat sangat larut dalam pelarut organik tetapi hampir tidak larut dalam air, tidak higroskopik, dan mempunyai kisaran pH 2,0-6,5 (<0,1 mg / mL).

TPOXX tersedia dalam bentuk kapsul keras gelatin yang mengandung tecovirimat monohidrat setara dengan 200 mg tecovirimat untuk pemberian oral. Kapsul dicetak dengan tinta warna putih tinta bertuliskan “SIGA” diikuti oleh logo SIGA dengan “®” pada tubuh oranye, dan penutup berwarna hitam dicetak dengan tinta putih dengan “ST-246®.” Selain bahan aktif, di dalamnya terdiri dari berbagai bahan tambahan, diantaranya: silikon dioksida koloid, natrium croscarmellose, hidroksipropil metil selulosa, laktosa monohidrat, magnesium stearat, selulosa mikrokristalin, dan natrium lauril sulfat. Cangkang kapsul terdiri dari gelatin, FD&C blue # 1, FD&C red # 3, FD&C yellow # 6, dan titanium dioksida.

Kesimpulan

Penyakit cacar merupakan menyakit menular kulit yang disebabkan oleh virus variola. TPOXX (Tecoviriat) merupakan obat cacar untuk mencegah pembentukan bentuk ortopoxvirus kompoten yang diperlukan untuk penyebaran virus di dalam tubuh. Sediaan dibuat oral dalam kapsul gelatin padat yang berisi zat aktif kristal tecovirimat monohidrat dan bahan tambahan lainnya.

Baca :  Injeksi Dupilumab, Terapi Tertarget Baru untuk Dermatitis Atopik

DAFTAR PUSTAKA

Chen Y, Honeychurch KM, Yang G, et al. 2009. Vaccinia Virus P37 Interacts with Host Proteins            Associated with LE-Derived Transport Vesicle Biogenesis. Virol J. 6:44.

Grosenbach, Douglas., Robert Jordan., and Dennis Hruby. 2012. Development of the small-         molecule antiviral ST-246® as a smallpox therapeutic. Future Virol. 6(5):652-671.

Hughes, David. 2019. Review of the Patent Literature: Synthesis and Final Forms of Antiviral     Drugs Tecovirimat and Baloxavir Marboxil. Org. Process Res. Dev.23(7) :1298-1307.

FDA. 2018. Highlights Of Prescribing Information: TPOXX (tecovirimat) capsules for oral use             https://www.accessdata.fda.gov/drugsatfda_docs/label/2018/208627s000lbl.pdf [Diakses pada Tanggal 26 Oktober 2019].

Penulis : Inka Tisya Garnisa, Mahasiswa Farmasi Unpad.

Share this:
  • 68
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    68
    Shares

About farmasetika.com

farmasetika.com
Farmasetika.com merupakan situs yang berisi informasi farmasi terkini berbasis ilmiah dan praktis. Sign Up untuk bergabung di komunitas farmasetika.com. Download aplikasi Tapatalk, Caping, atau Baca di smartphone, Ikuti twitter, instagram dan facebook kami. Terimakasih telah ikut bersama memajukan bidang farmasi di Indonesia.

Check Also

Peran Alkohol dalam Formulasi Obat di Tengah Pro Kontra Kehalalannya

Majalah Farmasetika – Obat adalah sedian yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit agar kulitas hidup seseorang …

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.